IHSG Turun 1,98 Persen Sepekan Akibat Tekanan Eksternal dan Isu Royalti Tambang
Sumber Foto: HarianBasis.co
Indeks Isu

IHSG Turun 1,98 Persen Sepekan Akibat Tekanan Eksternal dan Isu Royalti Tambang

Isu Nasional - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 1,98 persen selama sepekan terakhir, ditutup di bawah level 7.000 pada perdagangan hari ini, Senin, 18 Mei 2026. Penurunan ini disertai dengan aksi jual bersih oleh investor asing senilai Rp1,35 triliun, memperpanjang tren koreksi bursa domestik.

Awal Kejadian

Pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan eksternal dan sentimen negatif dari sektor komoditas. Investor saat ini mencermati pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berpengaruh pada pasar ekuitas. Isu terkait kebijakan baru mengenai royalti progresif di sektor tambang menjadi perhatian utama, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

Perkembangan

Data perdagangan menunjukkan bahwa sektor material dasar mengalami penurunan lebih dari 3 persen pada pembukaan sesi pertama. Saham-saham tambang seperti PT Timah Tbk (TINS) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masing-masing merosot 14,88 persen dan 13,89 persen. Penurunan juga dialami oleh emiten lainnya, termasuk PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dan PT Indika Energy Tbk (INDY) yang masing-masing turun 13,71 persen dan 14,82 persen.

Kondisi Terakhir

Nilai transaksi di bursa pada hari ini tercatat mencapai Rp6,33 triliun dengan aliran dana asing menunjukkan pembelian kotor sebesar Rp3,5 triliun dan penjualan kotor Rp3,1 triliun, menghasilkan beli bersih senilai Rp440,7 miliar. Meskipun sektor komoditas tertekan, sektor perbankan menunjukkan minat investor asing, dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat beli bersih terbesar.