Indeks Kinerja Lingkungan Indonesia Turun, EPI 2022 Tempatkan RI di Peringkat 164 Dunia
Debat keempat Pilpres 2024 dijadwalkan berlangsung pada Minggu (21/1) dengan menghadirkan para calon wakil presiden. Tema yang diangkat mencakup pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat, dan desa.
Di tengah agenda tersebut, Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah besar pada isu keberlanjutan dan lingkungan. Laporan Environmental Performance Index (EPI) 2022 menempatkan Indonesia di peringkat 164 dari 180 negara. Posisi ini membuat Indonesia masuk dalam kelompok 20 negara dengan indeks kinerja lingkungan terburuk di dunia.
Metodologi dan skor Indonesia dalam EPI 2022
EPI 2022 menggunakan 40 indikator kinerja dalam 11 kategori isu yang dikelompokkan ke dalam tiga pilar penilaian, yakni daya hidup ekosistem, kesehatan lingkungan, dan perubahan iklim. Penilaian tersebut merupakan hasil kolaborasi Yale University, Colombia University, World Economic Forum, serta Research Centre of the European Commission.
Hasil pengukuran diolah menjadi skor skala 0–100. Semakin tinggi skor, semakin baik penerapan konsep keberlanjutan lingkungan suatu negara.
Pada 2022, skor keseluruhan Indonesia tercatat 28,2. Sementara itu, skor untuk tiga pilar adalah:
Daya hidup ekosistem: 34,1
Kesehatan lingkungan: 25,3
Perubahan iklim: 23,2
Laporan tersebut juga mencatat bahwa pada periode 2006 hingga 2018, skor keseluruhan keberlanjutan lingkungan Indonesia berada di angka 40 ke atas. Namun, pada penilaian terbaru, skor Indonesia turun hingga menyentuh kisaran 20-an, yang menunjukkan memburuknya agenda keberlanjutan lingkungan.
Gambaran global dan posisi Asia Tenggara
Di tingkat global, Denmark menjadi negara dengan skor EPI tertinggi pada 2022 dengan skor 77,9, disusul Inggris (77,7) dan Finlandia (76,5).
Di sisi lain, skor EPI terendah ditempati India dengan skor 18,9. Myanmar juga berada di kelompok terbawah, sementara Vietnam tercatat memiliki skor 20,1.
Untuk kawasan Asia Tenggara, Singapura menjadi negara dengan skor EPI tertinggi, yakni 50,9. Berikutnya Brunei (45,7) dan Thailand (38,1). Indonesia disebut berada di peringkat tiga terbawah di antara negara-negara Asia Tenggara.
Catatan evaluasi untuk Indonesia
Laporan EPI 2022 menyoroti sejumlah kategori yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi program lingkungan di Indonesia.
Polusi plastik laut. EPI 2022 mencatat Indonesia masuk lima produsen utama polusi plastik laut dunia bersama India, Amerika Serikat, Brasil, dan Thailand.
Akses air bersih dan sanitasi. Laporan tersebut menyebut hampir 25 juta orang di Indonesia tidak memiliki atau minim akses ke toilet. Kondisi ini membuat sungai kerap menjadi tempat pembuangan kotoran dan berisiko mencemari pasokan air dengan bakteri.
Praktik penangkapan ikan. Indonesia termasuk salah satu dari tujuh negara yang berkontribusi terhadap 50 persen tangkapan ikan dunia, namun dinilai masih melakukan praktik penangkapan ilegal, seperti penggunaan jaring macan dan pengerukan yang berbahaya bagi ekologi.
Penegakan aturan lingkungan. EPI 2022 juga menilai penegakan peraturan lingkungan yang buruk menjadi tantangan yang perlu diatasi.
Temuan-temuan ini menempatkan isu lingkungan sebagai salah satu topik penting dalam pembahasan kebijakan, seiring debat yang mengangkat tema pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya alam.




