Indeks Nikkei 225 Turun ke Level Terendah Tiga Pekan Dipicu Kekhawatiran Terhadap Prospek Kecerdasan Buatan
Indeks saham utama Jepang, Nikkei 225, mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis, 18 Desember 2025. Indeks ini turun 1,4% menjadi 48.830,26, mencatat level terendah dalam tiga pekan terakhir. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya saham-saham teknologi besar di tengah kekhawatiran investor mengenai prospek bisnis kecerdasan buatan (AI) dan pusat data.
Indeks yang lebih luas, Topix, juga turun 0,65% menjadi 3.347,51. Tren penurunan ini sejalan dengan pergerakan di Wall Street, di mana indeks-indeks utama AS juga mengalami penurunan pada hari sebelumnya.
Kekhawatiran terhadap Bisnis AI
Kekhawatiran mengenai profitabilitas bisnis AI dan pusat data di Amerika Serikat telah mulai mencuat, mempengaruhi pasar Jepang. Kazuaki Shimada, Kepala Strategis IwaiCosmo Securities, menyatakan bahwa Jepang tidak terlepas dari dampak ini, mengingat banyaknya pusat data yang sedang dibangun di dalam negeri.
Penurunan Saham Teknologi
Saham SoftBank Group mengalami penurunan sebesar 4,5%, menyusul penurunan saham Oracle yang tergerus 5,4%. Penurunan ini terjadi setelah laporan yang menyebutkan bahwa mitra pusat data terbesar Oracle, Blue Owl Capital, tidak akan mendukung kesepakatan senilai US$10 miliar untuk fasilitas baru.
Pada awal tahun ini, SoftBank, bersama Oracle dan OpenAI, telah mengumumkan rencana untuk mengembangkan pusat data AI di AS sebagai bagian dari proyek ambisius yang dikenal sebagai Stargate.
Pergerakan di Sektor Lain
Di sektor teknologi, saham Advantest, yang terkait dengan industri chip, turun 3,57%, sementara saham Fujikura, produsen kabel serat optik, melemah sebesar 3,8%. Sektor keuangan juga mengalami tekanan menjelang pengumuman hasil rapat kebijakan Bank of Japan (BOJ) yang dijadwalkan pada Jumat, di mana pelaku pasar memperkirakan adanya kenaikan suku bunga.
Saham Mitsubishi UFJ Financial Group turun 0,67%, sedangkan Mizuho Financial Group melemah 0,57%.
Pencapaian di Sektor Transportasi
Meski pasar secara umum melemah, saham operator kereta api Keisei Electric Railway mencatat kenaikan hampir 4%, menjadi saham dengan persentase kenaikan terbesar di indeks Nikkei.
Di indeks Topix, kelompok saham value turun 0,25%, sedangkan indeks saham growth mengalami koreksi yang lebih dalam sebesar 0,75%.




