Investigasi Terhadap Penghapusan Israel dari Peta Baidu dan Alibaba oleh China
Sumber Foto: SINDOnews.com
Peta Isu

Investigasi Terhadap Penghapusan Israel dari Peta Baidu dan Alibaba oleh China

JAKARTA - Isu penghapusan Israel dari peta layanan Baidu dan Alibaba, yang merupakan dua platform teknologi terkemuka di China, telah menarik perhatian media dan publik. Hal ini mencuat di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Palestina yang telah berlangsung beberapa waktu terakhir.

Dalam beberapa hari terakhir, pengguna media sosial di China serta platform X melaporkan bahwa Israel tidak lagi ditandai pada peta yang disediakan oleh kedua layanan tersebut. Laporan ini kemudian diangkat oleh sejumlah media Barat, menimbulkan spekulasi lebih lanjut mengenai posisi China dalam konflik ini.

Menanggapi isu ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, memberikan klarifikasi dalam sebuah konferensi pers. Ia menyatakan, "Anda harus tahu bahwa China dan Israel memiliki hubungan diplomatik yang normal. Mengenai isu-isu relevan itu, negara-negara terkait ditandai dengan jelas pada peta standar yang dikeluarkan oleh otoritas kompeten Tiongkok, yang dapat Anda periksa."

Pernyataan ini menunjukkan bahwa China berupaya untuk mengedepankan sikap diplomatik dan menegaskan komitmennya terhadap hubungan internasional yang ada, meskipun situasi di lapangan tetap memanas.

Dengan demikian, pertanyaan mengenai apakah Israel benar-benar dihapus dari peta oleh layanan asal China ini masih memerlukan investigasi lebih lanjut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif.