Investor Asing Lakukan Aksi Jual di Bursa Efek Indonesia Terkait Isu Ekonomi dan Manajemen BUMN
Jakarta - Investor asing terus melakukan aksi jual di Bursa Efek Indonesia (BEI) meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan yang signifikan. Pada Rabu (20/3/2025), aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing tercatat mencapai Rp965,1 miliar dalam perdagangan saham di pasar reguler. Di seluruh pasar, total net sell investor asing mencapai Rp910,3 miliar.
Menurut Hadi Soegiarto, Kepala Riset CGS Sekuritas Indonesia, terdapat enam faktor utama yang menjadi pertimbangan bagi investor asing dalam menarik dana dari pasar modal Indonesia. Penilaian ini berdasarkan konferensi online yang diadakan oleh CGS International dengan 100 investor regional, yang berlangsung setelah insiden trading halt IHSG pada Selasa (18/5/2025).
Faktor-Faktor Pertimbangan Investor
Hadi menyebutkan beberapa isu yang menjadi perhatian investor asing:
- Perubahan Kepemimpinan Ekonomi: Terdapat spekulasi mengenai kemungkinan perubahan dalam kepemimpinan ekonomi di Indonesia, termasuk rumor tentang pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani. Meskipun rumor ini telah dibantah, pasar tetap menunjukkan sensitivitas terhadap potensi perubahan kebijakan fiskal dan ekonomi.
- Manajemen BUMN: Potensi perubahan manajemen di bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdaftar di BEI, seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI), juga menjadi perhatian. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk bank-bank tersebut dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
“Saat ini, sulit untuk menentukan di mana perubahan akan terjadi dan apakah kandidat yang ada akan memberikan sentimen positif atau negatif bagi pasar,” ungkap Hadi dalam risetnya pada Kamis (20/3).




