Isu Utama Negosiasi Iran-AS: Uranium, Aset, dan Perang di Lebanon
Isu Nasional - IslamTimes - Jaringan media Amerika tersebut menulis dalam sebuah laporan bahwa cadangan dan pengayaan uranium Iran, aset yang dibekukan, dan perang di Lebanon adalah isu-isu utama yang akan membentuk kesepakatan atau ketidaksepakatan antara Tehran dan Washington.
Dalam sebuah laporan tentang hambatan untuk menandatangani perjanjian untuk mengakhiri perang antara Iran dan AS, CNN melaporkan bahwa Iran dan Amerika Serikat telah mengirimkan sinyal bahwa mereka mendekati kesepakatan untuk mengubah gencatan senjata yang ada menjadi perjanjian yang lebih permanen.
Namun, setiap hari berlalu, para pejabat di kedua pihak meningkatkan tuntutan mereka, bentrokan antara Zionis Israel dan kelompok milisi Hizbullah di Lebanon semakin memanas, dan warga sipil kehilangan nyawa; yang telah meningkatkan risiko negosiasi yang goyah antara Teheran dan Washington.
Dengan pengantar ini, CNN menggambarkan pertimbangan dan poin penting menjelang negosiasi sebagai berikut;
• Persediaan dan pengayaan uranium Iran:
Kantor berita Iran melaporkan bahwa persediaan nuklir Iran menjadi topik pembahasan ketika delegasi Tehran bertemu dengan mediator Qatar di Doha pada hari Senin (25/5) untuk pembicaraan yang "secara umum positif". Pejabat Washington menggunakan frasa "tidak ada debu, tidak ada dolar" untuk menggambarkan sekitar 1.000 pon uranium yang sangat diperkaya yang menurut Presiden Donald Trump harus dihancurkan sebelum tuntutan keuangan Teheran dipenuhi.
• Aset Iran yang dibekukan:
CNN menambahkan bahwa Iran, yang ekonominya sedang kesulitan, menuntut pelepasan segera aset senilai miliaran dolar yang disimpan di bank-bank asing. Pada hari Selasa (26/5), media Iran melaporkan bahwa jika Tehran dan Washington menyetujui nota kesepahaman, aset Iran senilai $24 miliar dapat dilepaskan. Laporan tersebut mengatakan bahwa setengah dari jumlah tersebut dapat dilepaskan segera setelah kesepakatan tersebut diumumkan.
Namun, seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan kepada CNN pada hari Minggu (24/5) bahwa pelepasan aset Iran hanya akan terjadi setelah Selat Hormuz dibuka kembali.
• Perang Zions Israel di Lebanon:
Awal bulan ini, delegasi Israel dan Lebanon menyepakati perpanjangan gencatan senjata yang rapuh selama 45 hari, sebuah kesepakatan yang tidak melibatkan Hizbullah. Berdasarkan ketentuan kesepakatan yang dipimpin AS, Israel diizinkan untuk melakukan operasi "pertahanan".
Pada hari Selasa, sebuah sumber Israel mengatakan kepada CNN bahwa pasukan akan "memperluas" operasi mereka di Lebanon dan "melanjutkan" operasi di ibu kota, Beirut.
Pemerintahan Trump telah memperkuat dukungannya terhadap kampanye Israel. Seorang pejabat Israel mengatakan kepada CNN bahwa presiden AS mengatakan kepada Netanyahu bahwa ia mendukung keinginan negara itu untuk "mempertahankan kebebasan bertindak terhadap ancaman di semua lini, termasuk Lebanon."
Menghentikan perang di Lebanon adalah salah satu syarat utama Iran dalam negosiasi yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.[IT/r]




