Perbedaan AS dan Iran Terus Terjadi di Isu Nuklir dan Selat Hormuz
Sumber Foto: nhk.or.jp
Isu Utama

Perbedaan AS dan Iran Terus Terjadi di Isu Nuklir dan Selat Hormuz

Isu Nasional - Masih terdapat perbedaan besar antara AS dan Iran mengenai isu-isu utama, termasuk program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Para pejabat AS sebelumnya mengatakan kedua pihak telah mencapai kesepakatan sementara yang akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran selama 60 hari dan memulai negosiasi tentang isu-isu nuklir. Presiden AS Donald Trump kemudian menggelar pertemuan untuk membuat "keputusan akhir", tetapi keputusan tersebut dilaporkan ditunda.

Sejumlah media Iran melaporkan bahwa pembicaraan tengah berlangsung dan belum tercapai kesepakatan.

Menanggapi situasi tersebut, Mohsen Rezaee, penasihat militer pemimpin tertinggi Iran, mengkritik AS dalam sebuah unggahan di media sosial pada Sabtu (30/05/2026). Ia menulis bahwa Presiden Trump mengkhianati diplomasi seperti yang telah diperkirakan. Ia menambahkan bahwa, dengan melanjutkan blokade angkatan laut dan mengajukan tuntutan yang berlebihan, Trump telah membuktikan bahwa ia enggan terlibat dalam pembicaraan dan sedang mengejar tujuan lain.

Jaringan televisi AS CNN melaporkan bahwa Trump bersikeras pada "navigasi yang bebas dan tanpa hambatan", sementara Iran tetap bersikap bahwa negaranya berhak mengatur lalu lintas selat tersebut bersama Oman.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa kedua negara tampaknya masih berbeda pendapat mengenai isu-isu penting yang menjadi inti konflik. Reuters mengutip seorang pejabat AS yang mengatakan, "Presiden Trump hanya akan membuat kesepakatan yang menguntungkan Amerika dan memenuhi batasan-batasan yang telah ditetapkannya. Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir."