Kegagalan Transfer ke Manchester United Mengubah Nasib Keylor Navas
Sebuah insiden faks pada hari terakhir bursa transfer musim panas 2015 menjadi titik balik tak terduga dalam karier penjaga gawang asal Kosta Rika, Keylor Navas. Apa yang awalnya tampak seperti kepindahan yang pasti ke Manchester United, justru gagal di menit-menit akhir, sebuah kejadian yang ia sebut sebagai “salah satu hari terburuk dalam karier saya.” Namun, kegagalan tersebut secara paradoks membuka jalan bagi salah satu periode paling gemilang dalam sejarah Real Madrid.
Drama Faks yang Mengguncang Bursa Transfer
Pada 31 Agustus 2015, dunia sepak bola dikejutkan oleh saga transfer yang melibatkan dua kiper top: David de Gea dari Manchester United ke Real Madrid, dan Keylor Navas ke arah sebaliknya. Kesepakatan pertukaran pemain ini, yang telah disetujui kedua klub, kolaps secara dramatis karena masalah administrasi. Dokumen-dokumen penting yang diperlukan untuk pendaftaran di Sistem Pencocokan Transfer (TMS) FIFA dan La Liga Spanyol tidak berhasil dikirimkan sebelum batas waktu tengah malam.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Kedua raksasa Eropa itu saling menyalahkan atas kegagalan transfer tersebut. Real Madrid menuding Manchester United membutuhkan waktu delapan jam untuk mengembalikan kontrak setelah adanya permintaan modifikasi kecil dari pihak Navas. Sementara itu, Manchester United bersikeras bahwa mereka telah mengirimkan dokumen tepat waktu, bahkan beberapa laporan menyebutkan hanya empat detik setelah batas waktu, dengan bukti cap waktu sebagai pembelaan. Presiden Real Madrid, Florentino Perez, bahkan secara terbuka menyalahkan “kurangnya pengalaman negosiasi” dari kubu Manchester United.
Reaksi Emosional Navas dan De Gea
Bagi Keylor Navas, momen itu adalah pukulan telak. Ia mengungkapkan perasaannya kepada media, “Saya menangis malam itu ketika saya tahu saya akan bertahan, itu adalah akumulasi emosi. Saya tidak ingin pergi; Madrid adalah rumah saya.” Navas bahkan sudah menunggu di bandara untuk menaiki pesawat ke Manchester, tanpa membawa koper, ketika kabar buruk itu datang. Ia menyebut hari batas waktu transfer itu sebagai “salah satu hari terburuk dalam karier saya.”
Di sisi lain, David de Gea juga merefleksikan insiden tersebut. Kiper Spanyol itu, yang kini bermain untuk Fiorentina, menyatakan bahwa “beberapa hal terjadi karena suatu alasan” dan ia merasa bahagia untuk tetap berada di Manchester United.
Transformasi Karier di Real Madrid
Meskipun awalnya merasa tidak diinginkan, kegagalan transfer itu justru menjadi berkah tersembunyi bagi Navas. Ia tetap bertahan di Santiago Bernabeu dan mengambil alih posisi kiper utama setelah kepergian legenda Iker Casillas. Di bawah mistar gawang Real Madrid, Navas mencatatkan sejarah gemilang. Ia menjadi kiper utama yang memenangkan tiga gelar Liga Champions UEFA secara berturut-turut pada musim 2015-16, 2016-17, dan 2017-18.
Selama lima tahun di Real Madrid, Navas mengumpulkan total 12 trofi, termasuk satu gelar La Liga (2016-17), empat Piala Dunia Antarklub FIFA, tiga Piala Super UEFA, dan satu Piala Super Spanyol. Penampilannya yang konsisten membuatnya dinobatkan sebagai Kiper Terbaik Liga Champions UEFA musim 2017/18. Total, ia mencatatkan 162 penampilan untuk Los Blancos.
Perjalanan Karier Pasca-Madrid
Pada 2 September 2019, Navas akhirnya meninggalkan Real Madrid untuk bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG) dengan biaya transfer sekitar 15 juta Euro, menandatangani kontrak empat tahun. Di ibu kota Prancis, ia melanjutkan kesuksesannya dengan meraih dua gelar Ligue 1, dua Coupe de France, satu Coupe de la Ligue, dan satu Trophée des Champions. Bahkan, di musim pertamanya bersama PSG, ia kembali tampil di final Liga Champions keempatnya.
Pada Januari 2023, Navas sempat dipinjamkan ke klub Premier League, Nottingham Forest, hingga akhir musim. Setelah mengumumkan kepergiannya dari PSG pada 11 Mei 2024, Navas sempat bergabung dengan Newell’s Old Boys di Argentina pada 21 Januari 2025 dengan status bebas transfer, namun ia meninggalkan klub tersebut pada Juli 2025 karena masalah hubungan. Saat ini, Keylor Navas bermain untuk klub Liga MX Meksiko, Pumas UNAM, setelah bergabung pada 21 Juli 2025, dengan kontrak yang akan berakhir pada 30 Juni 2026.




