Kemendukbangga Kaltim Perkuat Peran Keluarga dalam Mengatasi Isu Sosial
Sumber Foto: ANTARA News
Peta Isu

Kemendukbangga Kaltim Perkuat Peran Keluarga dalam Mengatasi Isu Sosial

Samarinda (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) bersama BKKBN Kalimantan Timur (Kaltim) berupaya untuk memperkuat peran keluarga dalam mengatasi berbagai isu kependudukan. Isu-isu tersebut meliputi pernikahan usia dini, kesehatan ibu dan anak, stunting, serta meningkatkan kualitas hidup lansia.

Dalam sebuah Zoom meeting yang diselenggarakan di Samarinda, Sekretaris Kemendukbangga sekaligus Sekretaris BKKBN, Budi Setiyono, menekankan bahwa peran keluarga sangat penting dalam pencegahan pernikahan dini. Menurutnya, pengasuhan yang baik, pendidikan karakter, penanaman nilai-nilai agama, serta komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi kunci dalam hal ini.

Budi menambahkan, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mengawasi pergaulan anak, memberikan pemahaman mengenai risiko kesehatan reproduksi, serta mendorong anak untuk fokus pada pendidikan demi menghindari keinginan untuk menikah di usia muda. Ia juga menekankan pentingnya peran ayah dalam keluarga, yang harus saling melengkapi dengan ibu dalam proses pengasuhan anak.

Sejalan dengan hal tersebut, BKKBN terus menguatkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini bertujuan untuk mengatasi fenomena kurangnya figur ayah (fatherless), menurunkan angka stunting, serta membangun karakter anak menjadi mandiri dan berdaya saing. "Tujuan utama dari program GATI adalah untuk meningkatkan keterlibatan emosional dan tanggung jawab ayah dalam pengasuhan serta pendidikan anak sejak dini," jelas Budi.

Rapat koordinasi daerah yang dihadiri oleh sekitar 100 peserta ini juga menjadi momen penyerahan piagam penghargaan oleh Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Kaltim, Nurizky Permanajati, kepada kabupaten/kota terbaik dalam program Bangga Kencana. Penghargaan tersebut mencakup beberapa kategori, seperti Penyusunan Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Tercepat Tahun 2025 yang diraih oleh Kabupaten Kutai Kartanegara, serta PJPK dengan nilai telaah dokumen tertinggi yang diraih oleh Kota Samarinda.

Selain itu, capaian pembinaan kesertaan ber-KB tingkat provinsi Kaltim 2025 terbaik pertama diraih oleh Kutai Kartanegara, disusul oleh Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Berau. Untuk capaian quick win program Pembangunan Keluarga (TAMASYA, GATI, SIDAYA) 2025, Kota Samarinda meraih peringkat pertama, diikuti oleh Berau dan Kota Balikpapan.

Dalam hal apresiasi untuk pelaksana program non-fisik, bantuan operasional keluarga berencana (BOKB) dengan penyerapan anggaran tertinggi 2025 diraih oleh Kota Balikpapan, diikuti oleh Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda.