Kemendukbangga Libatkan 16 Perguruan Tinggi dalam Penyusunan Peta Jalan Kependudukan 2025–2029
Sumber Foto: Bogor Online
Peta Isu

Kemendukbangga Libatkan 16 Perguruan Tinggi dalam Penyusunan Peta Jalan Kependudukan 2025–2029

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) bersama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melibatkan 16 perguruan tinggi dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Nasional untuk periode 2025 hingga 2029.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, menekankan pentingnya partisipasi dari kalangan akademisi dalam merespons isu-isu kependudukan. Keterlibatan ini diharapkan dapat membantu merancang arah kebijakan yang komprehensif dan terukur dalam menghadapi bonus demografi.

“Isu-isu kependudukan sangat mendesak. Harapannya, hasil forum ini menjadi peta jalan Indonesia dalam menghadapi bonus demografi dan merumuskan kebijakan negara ke depan,” ungkap Wihaji saat membuka Forum Konsultasi Publik yang diadakan di Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 5 Juni 2025.

Forum Konsultasi Publik

Forum yang berlangsung selama dua hari, dari 4 hingga 5 Juni 2025, membahas berbagai isu strategis terkait kependudukan, termasuk:

  • Jumlah penduduk
  • Kesenjangan wilayah
  • Urbanisasi
  • Tingkat fertilitas
  • Kualitas sumber daya manusia

Partisipasi 16 perguruan tinggi dalam forum ini mencakup universitas-universitas terkemuka seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Sumatera Utara. Kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan kerangka kebijakan yang akan menjadi acuan dalam penyusunan dokumen Rencana Strategis dan Peta Jalan Kependudukan Nasional untuk lima tahun ke depan.