Kemenko Polkam Dorong Partisipasi Perempuan untuk Perkuat Indeks Demokrasi Indonesia
Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas demokrasi di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Kolonel Arm. Themy Usman, Kepala Bidang Kepemiluan Kemenko Polkam, dalam acara ‘Diskusi dan Seminar Partisipasi Perempuan Dalam Politik Ke-1, Hak Asasi Perempuan dalam Politik’ di Tangerang, Banten pada tanggal 24 Juni 2025.
Komitmen untuk Meningkatkan Indeks Demokrasi
Themy Usman menjelaskan bahwa upaya meningkatkan partisipasi perempuan sejalan dengan agenda pemerintah untuk memajukan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) yang lebih inklusif, representatif, dan berkelanjutan. Ia menggarisbawahi bahwa representasi perempuan dalam politik merupakan isu yang lebih luas daripada sekadar kesetaraan gender, melainkan juga merupakan fondasi vital bagi terciptanya demokrasi yang sehat.
Pentingnya Partisipasi Perempuan
Menurut Themy, partisipasi aktif perempuan dalam proses politik dapat memperkaya perspektif dalam kebijakan, memperkuat akuntabilitas publik, dan memperluas ruang demokrasi baik di tingkat pusat maupun daerah. Data terbaru tahun 2024 menunjukkan adanya peningkatan keterwakilan perempuan di parlemen, dengan 8 perempuan terpilih sebagai pemimpin daerah di tingkat provinsi dan 43 di tingkat kabupaten/kota.
Mendorong Kuota Minimum untuk Perempuan
Ia menekankan pentingnya partai politik (Parpol) untuk mengadopsi kuota minimum kandidat perempuan dalam pemilu. Dengan keterlibatan perempuan, isu-isu terkait perempuan diharapkan dapat terakomodasi dalam pengambilan keputusan politik. Dalam acara tersebut, yang dihadiri oleh 150 kader perempuan dari partai politik parlemen dan non-parlemen, Themy juga mencatat bahwa masih terdapat beberapa daerah pemilihan yang tidak memiliki perwakilan perempuan di DPR.
Pendidikan Politik Berbasis Gender
Kemenko Polkam juga mendorong penguatan regulasi afirmatif, pendidikan politik berbasis gender, dan penguatan kapasitas kepemimpinan perempuan, terutama di daerah-daerah yang masih tertinggal dalam partisipasi gender politik. Menurut Themy, penguatan Indeks Demokrasi Indonesia ke depan harus melibatkan semua elemen masyarakat secara adil dan setara.
Harapan untuk Partisipasi Perempuan yang Berkualitas
Dengan sinergi dari berbagai pihak, diharapkan partisipasi perempuan dalam politik tidak hanya meningkat secara kuantitatif, tetapi juga berkualitas, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan demokrasi Indonesia yang lebih inklusif.




