Ketua Kahmi Kepri Menyoroti Isu Taliban di KPK dan Dampaknya Terhadap Indeks Demokrasi
Sumber Foto: Galamedia News
Indeks Isu

Ketua Kahmi Kepri Menyoroti Isu Taliban di KPK dan Dampaknya Terhadap Indeks Demokrasi

Ketua KAHMI Kepri, Surya Makmur Nasution, memberikan tanggapan terkait pernyataan mantan Ketua KPK mengenai munculnya isu kelompok Islam radikal, Taliban, dalam tubuh lembaga pemberantasan korupsi di Indonesia. Surya berpendapat bahwa isu tersebut merupakan hasil dari strategi yang dijalankan oleh sejumlah buzzer politik di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Dalam pandangan Surya, para buzzer ini berusaha merusak nilai-nilai etis yang seharusnya dijunjung tinggi dalam kehidupan demokrasi. Ia menekankan, "Buzzer politik memproduksi makna menjadi kehilangan nilai etis berdemokrasi," sebagai ungkapan dari keprihatinan terhadap situasi tersebut.

Surya juga mengamati bahwa manuver para buzzer semakin intensif, terutama dengan adanya dukungan dari beberapa media yang menyiarkan berbagai opini terkait isu Taliban di KPK. Dia menyebutkan, "Daya rusak buzzer karena didukung oleh media yang antusias memberitakannya dan menjadi opini di media sosial."

Oleh karena itu, Surya menyimpulkan bahwa tindakan-tindakan tersebut berkontribusi terhadap penurunan indeks demokrasi di Indonesia selama masa kepemimpinan Presiden Jokowi.