Kolaborasi Inovatif: Lurah Lembang dan Mahasiswa KKN UNHAS 115 Bahas Program Pemberdayaan Masyarakat
Sumber Foto: Digital Desa
Teknologi

Kolaborasi Inovatif: Lurah Lembang dan Mahasiswa KKN UNHAS 115 Bahas Program Pemberdayaan Masyarakat

Suasana sore yang hangat pada Sabtu, 27 Desember 2025, menjadi saksi terjalinnya dialog inspiratif antara unsur pemerintah dan kalangan akademisi di Cafe Hagemoni, yang terletak di samping Kantor Kecamatan Bantaeng. Di tempat yang sederhana namun sarat makna tersebut, Lurah Lembang, Dedy Anshari, R., S.Kom., MM, menghadiri undangan khusus dari adik-adik Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Angkatan 115 yang akan bertugas selama kurang lebih 50 hari ke depan di wilayah Kecamatan Bantaeng.

Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang diskusi strategis untuk membahas rencana program kerja (proker) yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNHAS 115 di masing-masing kelurahan dan desa. Kehadiran Lurah Lembang dalam forum ini dinilai sangat relevan, mengingat pengalamannya dalam mengembangkan inovasi pelayanan publik dan penerapan teknologi informasi di tingkat kelurahan, khususnya di Kelurahan Lembang.

Dalam suasana yang cair dan penuh keakraban, perwakilan mahasiswa KKN UNHAS 115 menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan ini. Mereka menjelaskan bahwa selama 50 hari masa pengabdian, mahasiswa akan berfokus pada program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi, peningkatan literasi digital, penguatan kelembagaan lokal, hingga edukasi sosial dan lingkungan. Oleh karena itu, masukan dari pemerintah kelurahan yang telah memiliki pengalaman lapangan sangat dibutuhkan agar program yang dirancang benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Lurah Lembang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif adik-adik mahasiswa KKN UNHAS 115 yang sejak awal telah menunjukkan keseriusan dalam memetakan potensi dan tantangan wilayah. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat merupakan kunci utama keberhasilan program KKN. “Mahasiswa KKN bukan hanya datang membawa program, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan kondisi sosial dan budaya setempat. Yang terpenting adalah bagaimana program tersebut bisa meninggalkan dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Pada sesi diskusi, Lurah Lembang secara khusus berbagi pengalaman mengenai penerapan teknologi informasi yang telah dilakukan di Kelurahan Lembang. Ia menjelaskan bagaimana digitalisasi administrasi kelurahan, pemanfaatan media sosial, serta penggunaan platform sederhana berbasis blog dan aplikasi pesan instan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan publik. Melalui inovasi-inovasi tersebut, masyarakat menjadi lebih mudah mengakses informasi, menyampaikan aspirasi, serta mendapatkan layanan administrasi tanpa harus melalui proses yang berbelit-belit.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian mahasiswa adalah TOSIBALLA (Tanam Organik Serentak Inisiatif Balla), sebuah gerakan berbasis komunitas yang menggabungkan konsep ketahanan pangan, pemberdayaan keluarga, dan pemanfaatan teknologi digital. Inovasi ini tidak hanya mendorong masyarakat untuk menanam secara organik di pekarangan rumah, tetapi juga didukung dengan dokumentasi dan publikasi digital yang sistematis. Lurah Lembang menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari kebutuhan riil masyarakat dan dikembangkan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari RT/RW, PKK, hingga generasi muda.

Mahasiswa KKN UNHAS 115 tampak antusias menyimak paparan tersebut. Mereka menilai bahwa pengalaman Kelurahan Lembang dapat menjadi referensi penting dalam menyusun program kerja di wilayah tugas masing-masing. Beberapa mahasiswa bahkan mengajukan pertanyaan terkait langkah awal penerapan teknologi informasi di kelurahan atau desa yang memiliki keterbatasan sumber daya, baik dari sisi anggaran maupun kemampuan SDM. Menanggapi hal tersebut, Lurah Lembang menekankan bahwa inovasi tidak selalu harus dimulai dari hal besar. “Yang penting ada kemauan, konsistensi, dan keberanian untuk mencoba. Teknologi itu alat, sementara kuncinya tetap pada manusia yang mengelolanya,” ujarnya.

Diskusi kemudian berkembang pada pembahasan sinergi program KKN dengan agenda pembangunan pemerintah kecamatan. Ditekankan bahwa program mahasiswa sebaiknya selaras dengan prioritas pembangunan daerah, seperti peningkatan kualitas layanan publik, penguatan ekonomi lokal, serta edukasi masyarakat terkait isu-isu sosial. Dengan demikian, hasil KKN tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat mendukung capaian pembangunan jangka menengah di wilayah Kecamatan Bantaeng.

Menjelang akhir pertemuan, suasana diskusi semakin hangat dengan berbagai ide dan gagasan yang muncul dari kedua belah pihak. Mahasiswa KKN UNHAS 115 berharap agar komunikasi dan koordinasi dengan para lurah dan kepala desa di Kecamatan Bantaeng dapat terus terjalin selama masa pengabdian. Sementara itu, Lurah Lembang menyampaikan komitmennya untuk selalu terbuka dalam berbagi pengalaman dan mendukung kegiatan mahasiswa selama bersifat positif dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Pertemuan sore di Cafe Hagemoni ini menjadi bukti bahwa ruang-ruang informal dapat melahirkan diskusi yang bermakna dan konstruktif. Sinergi antara dunia akademik dan pemerintah lokal yang terbangun sejak awal diharapkan mampu menghasilkan program KKN yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi dan berbagi praktik baik, kegiatan KKN UNHAS 115 di Kecamatan Bantaeng diharapkan tidak hanya menjadi kewajiban akademik semata, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan dan kemajuan masyarakat di tingkat kelurahan dan desa.