Mahasiswa FH USK Raih Silver Medal LETIN 7 dengan Inovasi Digital Twin Nusantara
Sumber Foto: Serambinews.com
Teknologi

Mahasiswa FH USK Raih Silver Medal LETIN 7 dengan Inovasi Digital Twin Nusantara

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak tiga mahasiswa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK), yakni Fawwaz Zulfikar, Muhammad Addien Imtiyas, dan Raisya Zahra Al Nazri, menorehkan prestasi dengan meraih Silver Medal pada ajang Lomba Esai Tulis Ilmiah Nasional 7 (LETIN 7) tingkat nasional bertema Hukum, Sosial, dan Ekonomi.

Kegiatan ini diselenggarakan Komunitas Nusantara Muda di Universitas Janabadra, Yogyakarta dan diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, Sabtu (14/2/2026).

Dalam kompetisi tersebut, mereka didampingi dua dosen pembimbing, Riza Chatias Pratama SH LLM dan Dr Muhammad Ya’kub Aiyub Kadir SAg LLM.

Pada ajang bergengsi tersebut, tim FH USK mengangkat gagasan Digital Twin Nusantara, sebuah model virtual terintegrasi yang dirancang untuk mensimulasikan kebijakan publik sebelum diterapkan di dunia nyata.

Melalui pendekatan berbasis data dan teknologi, konsep ini memungkinkan pemerintah menguji dampak suatu regulasi secara komprehensif.

Dengan demikian, risiko ketimpangan maupun potensi kesalahan kebijakan dapat diminimalkan sejak tahap perencanaan.

Gagasan tersebut dinilai inovatif karena memadukan perspektif hukum dengan teknologi digital, menghadirkan solusi interdisipliner atas berbagai tantangan pembangunan nasional.

Digital Twin Nusantara diharapkan dapat menjadi instrumen strategis dalam mendorong kebijakan yang lebih presisi, transparan, dan berkeadilan.

Ketua tim, Fawwaz Zulfikar, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut.

“Kami merasa bangga bisa membawa nama Universitas Syiah Kuala serta Meulaboh, kota kelahiran kami, ke tingkat nasional dan bersaing dengan universitas-universitas ternama lainnya,” ujar Fawwaz dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Dikatakan, keberhasilan ini menegaskan bahwa mahasiswa hukum tidak hanya unggul dalam kajian normatif, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.

“Prestasi tersebut sekaligus memperkuat komitmen FH USK dalam melahirkan generasi intelektual yang mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.