Menggali Seni Pantomim di Bandung: Antara Tradisi dan Inovasi
Pengenalan Seni Pantomim di Bandung
Seni pantomim, yang mengandalkan bahasa tubuh sebagai media ekspresi, telah menjadi bagian penting dari budaya seni di Kota Bandung sejak tahun 1990-an. Para seniman seperti Dede Dablo, X Man, Rama Kusnadi, dan Mumu telah memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkan seni ini di daerah tersebut. Wanggi Hoed, salah satu seniman pantomim yang aktif saat ini, mengungkapkan bahwa keberadaan seni pantomim di Bandung telah tercatat dalam booklet yang diterbitkan oleh CCF Bandung (sekarang IFI) pada tahun 2002.
Perkembangan dan Tantangan Pantomim
Wanggi menyoroti bahwa seni pantomim harus beradaptasi dengan perubahan zaman, terutama setelah pandemi yang mempengaruhi cara pertunjukan dilakukan. Sementara itu, Mumu juga menyatakan kekhawatirannya terkait pandangan masyarakat yang masih meremehkan seni pantomim, meskipun ia telah berusaha untuk mengenalkan seni ini kepada anak-anak melalui pelatihan gratis.
Pentingnya Pusat Studi Mime
Dalam rangka memperkuat posisi seni pantomim, hadirnya Pusat Studi Mime diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pemerhati dan pelaku seni pantomim untuk belajar lebih dalam. Wanggi menekankan pentingnya diskusi dan pameran dalam meningkatkan kesadaran dan penghargaan terhadap seni pantomim di Indonesia.
Pengarsipan dan Nilai Sejarah
Gendis S Utoyo, dalam diskusi yang sama, menggarisbawahi pentingnya pengarsipan dalam seni pantomim dan bidang lainnya. Ia berbagi pengalamannya di Prancis, di mana ia menemukan nilai yang tinggi dalam arsip yang dianggap remeh. Menurutnya, pengarsipan adalah cara untuk menghargai sejarah dan dokumentasi seni pantomim. Wanggi Hoed juga diapresiasi karena telah mengarsipkan berbagai dokumen penting terkait seni pantomim.
Mendorong Perubahan dalam Ekosistem Pantomim
Gendis mengingatkan bahwa meskipun seni pantomim telah ada cukup lama, pergerakan dalam bidang ini masih terbilang stagnan. Untuk mengatasi hal ini, ia mengusulkan perlunya perbaikan ekosistem yang mendukung pertumbuhan seni pantomim melalui inkubasi, produksi, distribusi, dan apresiasi. Diharapkan, dengan adanya Pusat Studi Mime, seni pantomim di Bandung dapat mengalami perkembangan yang lebih signifikan.




