OJK Purwokerto Dorong Pengelolaan Keuangan Bijak Selama Ramadhan dan Lebaran
Sumber Foto: ANTARA News Jateng
Ekonomi

OJK Purwokerto Dorong Pengelolaan Keuangan Bijak Selama Ramadhan dan Lebaran

Purwokerto (ANTARA) - Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto Haramain Billady mengajak masyarakat mengelola keuangan secara bijak selama Ramadhan hingga Lebaran, termasuk memanfaatkan tunjangan hari raya (THR) untuk kebutuhan prioritas dan tabungan.

“Gunakan atau kelola keuangan itu dengan baik. Kami pahami biasanya THR menjadi momentum untuk belanja. Tidak apa-apa, tapi jangan lupa sisihkan juga untuk ditabung dan dikelola,” katanya usai acara Ngobrol Santai dan Buka Puasa Bareng OJK Purwokerto dengan Insan Media di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis malam.

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan OJK Purwokerto sedang menyiapkan konten podcast edisi Ramadhan bersama Andi F Noya yang membahas cara mengatur pengeluaran selama puasa dan Lebaran agar tidak berlebihan meskipun konsumsi meningkat.

Terkait penukaran uang menjelang Lebaran, dia mengimbau masyarakat menukar uang di tempat resmi, seperti perbankan atau layanan yang difasilitasi Bank Indonesia, untuk menghindari risiko peredaran uang palsu.

“Sekarang sudah banyak fasilitas penukaran resmi dari Bank Indonesia dan perbankan. Jadi sebaiknya tukar di tempat resmi agar aman,” katanya menegaskan.

Lebih lanjut, dia mengatakan OJK tetap menjalankan pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan selama Ramadhan melalui pemeriksaan rutin, baik ke bank perekonomian rakyat (BPR) maupun lembaga jasa keuangan lainnya, guna memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan baik.

Selain pengawasan, kata dia, OJK juga menggencarkan kampanye Gerakan Keuangan Syariah (Gerak Syariah) selama Ramadhan melalui berbagai kegiatan edukasi.

Menurut dia, program tersebut merupakan kampanye nasional yang dimodifikasi dalam bentuk pelatihan, lomba, dan konten digital bertema pengelolaan keuangan syariah.

Sebelum memasuki bulan Ramadhan, lanjut dia, OJK Purwokerto pada hari Rabu (18/2) telah menggelar training of trainers bagi sekitar 100 penyuluh agama Islam di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang melibatkan unsur Kementerian Agama serta organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

“Kami juga adakan lomba hadroh, lomba reels, lomba artikel keuangan syariah, dan lomba kultum. Temanya terkait pengelolaan keuangan syariah, jadi selain ibadah juga ada unsur edukasi finansial,” katanya.

Ia juga mengatakan tren pengaduan masyarakat terkait kasus keuangan di wilayah Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara dalam dua tahun terakhir meningkat, didominasi laporan penipuan.

Menurut dia, peningkatan itu dinilai sebagai dampak positif karena menunjukkan kesadaran masyarakat untuk melapor semakin tinggi.

“OJK akan terus menyesuaikan materi edukasi berdasarkan tren pengaduan, termasuk penguatan literasi untuk mencegah penipuan keuangan serta mendorong masyarakat segera melapor agar kasus dapat cepat ditangani,” kata Haramain.