P2G Soroti Ketidakcukupan Debat Capres dalam Membahas Isu Fundamental Pendidikan Nasional
Sumber Foto: Medcom.id
Indeks Isu

P2G Soroti Ketidakcukupan Debat Capres dalam Membahas Isu Fundamental Pendidikan Nasional

Jakarta - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menilai debat terakhir Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang diselenggarakan pada 4 Februari 2024, kurang membahas isu-isu fundamental dalam bidang pendidikan. Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, menyatakan bahwa ketiga calon presiden belum memberikan solusi yang konkret terhadap berbagai masalah pendidikan yang dihadapi Indonesia.

Satriwan mengungkapkan, gagasan yang disampaikan oleh para capres cenderung bersifat normatif dan tidak menyentuh inti permasalahan. P2G mencatat terdapat sepuluh isu fundamental pendidikan nasional yang perlu perhatian lebih, namun tidak dibahas secara mendalam dalam debat tersebut.

Sepuluh Isu Fundamental Pendidikan yang Tidak Dibahas

  • Rendahnya Nilai Literasi dan Matematika: Hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2022 menunjukkan bahwa 50% anak Indonesia belum mencapai kompetensi minimum dalam literasi, dan 75% dalam numerasi. Skor PISA Indonesia juga menunjukkan penurunan yang signifikan.
  • Indeks Kompetitif Global: Peringkat Indonesia dalam Indeks Kompetitif Global masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Hal ini menunjukkan perlunya kebijakan pendidikan yang dapat meningkatkan daya saing global.
  • Pengangguran Lulusan SMK: Lulusan SMK masih menyumbang angka pengangguran tertinggi di Indonesia. Hingga Februari 2023, 9,60% lulusan SMK terdaftar sebagai pengangguran.
  • Dominasi Lulusan SD dalam Angkatan Kerja: Sebagian besar angkatan kerja di Indonesia masih didominasi oleh lulusan SD, yang menunjukkan rendahnya akses pendidikan yang lebih tinggi.
  • Roadmap Pendidikan Nasional: P2G menilai pentingnya adanya Roadmap Pendidikan Nasional yang jelas, agar pendidikan dapat diintegrasikan secara sistematis.
  • Beban Administrasi yang Berat: Banyak guru mengeluhkan beban administrasi yang semakin bertambah, termasuk penggunaan berbagai platform pendidikan yang menyebabkan kebingungan.
  • Biaya Pendidikan: Janji-janji capres terkait sekolah gratis dan program makan siang gratis perlu penjelasan lebih lanjut mengenai alokasi anggaran yang tepat.
  • Kesejahteraan dan Kualitas Guru: Tidak ada komitmen jelas untuk meningkatkan kesejahteraan guru PNS dan menyelesaikan masalah sertifikasi guru yang belum terpenuhi.
  • Masalah PPPK: P2G mengingatkan perlunya rekrutmen guru PNS untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar.
  • Isu PPDB Zonasi: Kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi yang menyangkut nasib lebih dari 50 juta siswa tidak menjadi bagian dari pembahasan dalam debat.

P2G berharap agar ketiga capres dapat memberikan perhatian lebih terhadap isu-isu fundamental pendidikan dalam kampanye mereka, agar dapat menghasilkan kebijakan yang lebih baik untuk masa depan pendidikan di Indonesia.