Pasar Saham Asia Menghadapi Ketidakpastian Pasca Pernyataan Trump tentang Jerome Powell
Pasar saham berjangka Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada Kamis (17/7) pagi, seiring dengan melemahnya dolar AS dan penutupan positif di Wall Street. Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan yang meredakan spekulasi mengenai pemecatan Gubernur bank sentral AS, Jerome Powell.
Trump menyatakan bahwa ia "tidak berencana melakukan apa pun" untuk mencopot Powell, menanggapi sebelumnya adanya informasi dari seorang pejabat Gedung Putih yang menyebutkan bahwa presiden kemungkinan besar akan berusaha untuk mengganti Gubernur The Fed. Munculnya spekulasi ini sempat menyebabkan penurunan pada dolar, saham AS, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, tetapi klarifikasi yang diberikan oleh Trump berhasil meredakan kekhawatiran di pasar.
Dalam perdagangan sebelumnya, indeks S&P 500 berhasil ditutup naik sebesar 0,3%, sementara indeks Nasdaq 100 mencatatkan kenaikan 0,1%, yang membawa indeks teknologi ini ke level penutupan tertinggi yang baru. Indeks dolar AS juga mengalami penurunan sebesar 0,3% pada Rabu, mengakhiri tren kenaikan selama empat hari berturut-turut. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun turun lima basis poin, sedangkan imbal hasil obligasi 10 tahun turun tiga basis poin.
Pergerakan pasar ini juga dipengaruhi oleh data indeks harga produsen (IHP) di AS yang lebih rendah dari perkiraan, yang semakin memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.




