Pekalongan Menjadi Sorotan Investor Global dalam Pengelolaan Sampah
Sumber Foto: Metro Pekalongan
Peta Isu

Pekalongan Menjadi Sorotan Investor Global dalam Pengelolaan Sampah

Sampah yang selama ini dianggap sebagai masalah lokal kini telah menjadi isu strategis yang menarik perhatian investor dari berbagai negara. Pemerintah Kota Pekalongan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi, sektor swasta, dan investor mancanegara. Langkah ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah kini menjadi bagian penting dari pembangunan berkelanjutan.

Kompleksitas Tantangan Pengelolaan Sampah

Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah merupakan tantangan yang kompleks dan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah sendirian. Diperlukan kerjasama lintas sektor serta kombinasi kebijakan, teknologi, dan investasi untuk menghasilkan solusi yang berdampak jangka panjang.

Ketertarikan Investor Asing

Beberapa investor asing dari negara seperti China, Malaysia, dan Singapura telah menunjukkan minat untuk berinvestasi dalam pengelolaan sampah di Pekalongan. “Harus ada kombinasi dengan provinsi, termasuk kerja sama dengan investor,” kata Mas Aaf saat memberikan keterangan pada Selasa, 6 Januari 2026. Ketertarikan ini menandakan bahwa isu lingkungan telah menjadi isu global dengan nilai ekonomi yang strategis.

Potensi Sampah sebagai Sumber Daya

Pemkot Pekalongan menyambut baik berbagai gagasan yang bertujuan untuk mengurangi sampah serta mengolahnya dengan teknologi modern. Pemanfaatan sampah menjadi energi atau produk bernilai tambah menjadi salah satu fokus utama. Namun, pemerintah tetap berhati-hati dalam menjalin kerjasama dengan investor luar negeri, yang memerlukan kajian teknis, kepastian regulasi, dan kesesuaian dengan kebutuhan lokal.

Capaian dan Target Pengelolaan Sampah

Saat ini, tingkat pengelolaan sampah di Kota Pekalongan telah mencapai 50-60 persen berkat berbagai inisiatif, termasuk optimalisasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan program pengurangan sampah dari sumbernya. Pemkot menargetkan peningkatan signifikan, dengan proyeksi pengelolaan sampah mencapai 80 persen jika seluruh TPS-3R berfungsi optimal. Meski demikian, Wali Kota menyadari bahwa mencapai angka sempurna sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat.

Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Untuk mencapai tujuan tersebut, kampanye pilah sampah dari rumah, penguatan bank sampah, serta kolaborasi dengan komunitas dan lembaga pendidikan terus digalakkan. “Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah berupaya, tapi tanpa dukungan masyarakat, hasilnya tidak akan maksimal,” tegas Mas Aaf.

Langkah yang diambil oleh Kota Pekalongan ini mencerminkan keberanian kota-kota menengah di Indonesia untuk berperan dalam isu keberlanjutan, meskipun secara geografis mereka kecil. Inisiatif ini diharapkan dapat menginspirasi daerah lain dalam pengelolaan lingkungan yang lebih baik.