Peluncuran PIDI: Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Bagikan:
JAKARTA – Indonesia memiliki potensi besar dari talenta muda yang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Untuk memperkuat kapasitas tersebut, Bank Indonesia (BI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, pada Senin, 23 Februari 2026.
Adapun, program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan ASPI, AFTECH, APUVINDO, dan LPPI.
Peluncurannya ditandai dengan penyelenggaraan Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (Digdaya) x Hackathon 2026 yang mengusung tema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital” yang akan berlangsung selama periode 23 Februari hingga 27 Maret 2026.
PIDI dirancang sebagai wadah akselerasi solusi digital yang siap diimplementasikan di industri dan program ini bertujuan memperluas inklusi keuangan serta memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional.
Kehadiran PIDI menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD), sejalan dengan Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan talenta digital yang adaptif, inovatif, dan kompetitif di tingkat global.
Gubernur BI Perry Warjiyo, menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya soal kemajuan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam menerjemahkan gagasan menjadi solusi konkret.
“Melalui PIDI, Bank Indonesia membangun ekosistem agar inovasi talenta muda mampu menjawab kebutuhan industri digital yang semakin kompleks, memperkuat stabilitas sistem keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif," ujarnya dalam keterangannya, dikutip Selasa, 24 Februari.
Ia berharap program ini menjadi ruang aktualisasi bagi generasi muda untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi digital nasional.
Selain itu sinergi antara regulator, pelaku industri, dan talenta muda dinilai penting untuk membangun fondasi ekonomi digital yang kokoh, aman, dan berdaya saing global.
Sementara itu, Pejabat sementara (Pjs) Ketua dan Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menekankan pentingnya kolaborasi antar regulator dalam mencetak generasi penerus yang mampu menjadi motor inovasi digital.
“Kita ini bersinergi untuk membangun generasi muda yang bisa menjadi penerus-menerus untuk mereka yang kemudian ke depan ini mempunyai inovasi-inovasi digital,” ucapnya.
Ia menyampaikan bahwa peserta dari berbagai daerah di Indonesia akan melalui proses pembinaan, pelatihan, dan kaderisasi guna menghasilkan solusi teknologi yang aplikatif serta berdampak bagi sektor jasa keuangan.
Menurut Friderica, digitalisasi telah memberikan kontribusi besar terhadap inovasi bisnis dan peningkatan inklusi keuangan. Namun, penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta perlindungan konsumen tetap menjadi prioritas utama.
“Sektor keuangan ini sangat terbantukan dengan digitalisasi. Baik itu untuk inovasi bisnis, kemudian inklusi keuangan. Tapi tentu saja juga harus ada aspek pelindungan konsumennya,” katanya.
BACA JUGA:
| EKONOMI
Kemenkeu Tegaskan PPN PMSE ke Perusahaan AS Tetap Berlanjut
23 Februari 2026, 22:38
| EKONOMI
12 Tahun Berinovasi, INDODAX Perkuat Komitmen Sosial Lewat CSR Ramadan di Jabodetabek
23 Februari 2026, 12:51
| EKONOMI
Prabowo Terima 12 CEO Perusahaan Besar di AS, dari OpenAI hingga Pemilik Chelsea
21 Februari 2026, 07:14
Ia juga menegaskan pentingnya mitigasi risiko di tengah percepatan digitalisasi, termasuk melalui penguatan kebijakan dan infrastruktur perlindungan masyarakat seperti Indonesia Anti-Scam Center.
“Terutama bagaimana juga mengantisipasi berbagai risiko yang muncul dari digitalisasi tersebut. Itu kebijakan digital yang sekarang kita sudah punya, Indonesia Anti-Scam Center. Itu juga bermula dari mimpi juga, punya visi,” tegasnya.
Sebagai informasi, Program PIDI ini berfokus pada solusi atas tiga problem statement, yaitu Penguatan Ketahanan dan Inovasi Keuangan; Peningkatan Produktivitas, Ketahanan Pangan, dan Penciptaan Lapangan Kerja; Percepatan Layanan Publik, Ekonomi Kreatif, dan Ekspor Jasa Digital.
Tag: ekonomi digital bank indonesia otoritas jasa keuangan finansial
Tag Terpopuler
#prabowo subianto #donald trump #gencatan senjata #krisis bbm #konflik timur tengah
Populer
| TEKNOLOGI
Samsung Siapkan Engsel Baru Galaxy Z TriFold 2, Targetkan Desain Lebih Tipis
19 April 2026, 18:05
| BERITA
Swiss International Air Lines Luncurkan Konsep Kabin Premium di Rute Seoul-Zurich
19 April 2026, 18:00
| OLAHRAGA
Ben Whittaker Cuma Butuh 144 Detik Buat Tumbangkan Braian Suarez
19 April 2026, 18:15
| EKONOMI
Gandeng ITS, PTPN IV PalmCo Jajaki Hilirisasi Energi Terbarukan “Bensin Sawit”
19 April 2026, 21:54
Terkait
| EKONOMI
Jalani Fit and Proper Test, Dicky Kartikoyono Pasrahkan Hasil kepada Allah SWT
26 Januari 2026, 17:08
| EKONOMI
Bos BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi Digital RI Tercepat di Dunia
30 Oktober 2025, 14:05
| BERITA
Hackathon BI-OJK 2025 Resmi Dibuka: Siap-siap Adu Ide Fintech dan AI!
06 Juni 2025, 16:44
| EKONOMI
BI Kembali Pertahanan Suku Bunga Acuan 6 Persen
21 Februari 2024, 15:05
| EKONOMI
BI Optimistis Adanya Pemilu Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI di 2024
21 Desember 2023, 20:45
| EKONOMI
Menko Airlangga Nilai Sektor Keuangan Digital Punya Potensi yang Sangat Menjanjikan
11 November 2022, 20:05
© 2026 VOI - Waktunya Merevolusi Pemberitaan
Tentang Kami | Tim Redaksi | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Kebijakan Privasi | Kode Etik Jurnalistik | Sitemap




