Peluncuran PIDI: Bank Indonesia dan OJK Dorong Inovasi Talenta Digital untuk Ekonomi Nasional
oleh Sandy Romualdus
23 Februari 2026 - 19:05
Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital nasional. Inisiatif ini diproyeksikan menjadi mesin pencetak talenta sekaligus jawaban atas kebutuhan industri terhadap solusi digital yang aplikatif.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pesatnya perkembangan sistem pembayaran yang ditandai dengan kehadiran QRIS, BI-Fast, hingga SNAP, memerlukan dukungan talenta yang mumpuni. Per Januari 2026, BI mencatat volume transaksi pembayaran digital telah menyentuh 4,79 miliar transaksi atau tumbuh 39,65% secara tahunan (year-on-year /YoY).
”Seluruh inovasi ini telah tertuang dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. Dalam empat tahun ke depan, kami memperkirakan transaksi digital akan melonjak hingga 160 miliar transaksi, atau naik empat kali lipat dari posisi saat ini,” ujar Perry dalam peluncuran PIDI di Gedung BI, Jakarta, Senin (23/2/2026).
BERITA TERKAIT
RUPST BRI 2026: Setujui Dividen Rp52,1 Triliun, Setara 92 Persen dari Laba Bersih
Sinergi BRI dan Pegadaian di Timor Leste: Targetkan Pemberdayaan UMKM Lintas Negara
Investor Banten Tembus 5 Besar Nasional, OJK Dorong Implementasi Obligasi Daerah
Sinyal Positif Investor: Indonesia Terbebas dari Watch List FTSE Russell Maret 2026
Tiga Pilar Inovasi: SIGMA, Hackathon, dan Digdaya
Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dicky Kartikoyono, menjelaskan bahwa PIDI tidak hanya menjadi wadah pelatihan, tetapi juga memiliki tiga pilar strategis untuk memastikan inovasi dapat diimplementasikan secara nyata:
Intelegensi Pasar (Market Intelligence): Bertujuan memetakan inovasi yang relevan bagi publik dengan output utama berupa Strategic Intelligent Market Analytics (SIGMA).
Eksperimen Inovasi (Innovation Experimentation): Melalui program Hackathon, PIDI menguji gagasan intelektual untuk melahirkan solusi teknologi atas permasalahan prioritas nasional.
Pengembangan Talenta Digital (Digital Talent Development): Diwujudkan melalui inisiatif Digdaya (Digital Talenta Berdaya dan Berkarya) yang menyediakan pelatihan terstruktur untuk meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial peserta.
”PIDI adalah engine inovasi. Bukan sekadar program, tapi membuktikan langsung pembuatan start-up dan mempertemukannya dengan pebisnis untuk menjawab berbagai use case yang dibutuhkan industri keuangan,” tegas Dicky. Ia menargetkan dalam satu setengah bulan ke depan, program ini dapat menjaring sedikitnya 3.000 peserta.
Mendorong Inklusi dan Pelindungan Konsumen
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menambahkan bahwa sinergi ini bertujuan untuk mengader anak muda dari seluruh Indonesia agar mampu membangun usaha rintisan yang solutif. OJK menekankan bahwa inovasi digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan inklusi keuangan dan perlindungan konsumen.
Friderica menyebut bahwa inovasi digital juga menjadi basis pengembangan infrastruktur keamanan, seperti Indonesia Anti-Scam Center (IASC) yang dirancang untuk mengantisipasi risiko penipuan di era digital.
Peluncuran PIDI ini turut didukung oleh Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Asosiasi Pasar Uang dan Valuta Asing Indonesia (Apuvindo), serta Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Melalui kolaborasi ini, otoritas berharap struktur ekonomi digital nasional semakin kuat, aman, dan berdaya saing global. ***
Tags: #Ekonomi Digital #Start Up Bank Indonesia BI fast BSPI 2030 Digdaya Hackathon 2026 inklusi keuangan Inovasi Keuangan LPPI ojk Perry Warjiyo PIDI Pusat Inovasi Digital Indonesia qris SIGMA Talenta Digital Transaksi Digital
Sebelumnya
BI Catat Uang Beredar Capai Rp10.117 Triliun, Sinyal Ekonomi Awal 2026 Makin Ekspansif
Selanjutnya
Laba Pegadaian Melesat 42,6%, Ekosistem Emas Tembus 136 Ton di 2025
Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Komentar *
Nama *
Email *
Situs Web
Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.
BACA JUGA
Investor Banten Tembus 5 Besar Nasional, OJK Dorong Implementasi Obligasi Daerah
oleh Stella Gracia
10 April 2026 - 09:45
Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) memperkuat basis investor domestik melalui rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal...
Sinyal Positif Investor: Indonesia Terbebas dari Watch List FTSE Russell Maret 2026
oleh Stella Gracia
10 April 2026 - 09:39
Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik hasil klasifikasi FTSE Equity Country Classification March 2026 Interim Announcement yang menempatkan pasar...
OJK Perketat GRC Sektor Jasa Keuangan, Soroti Risiko AI hingga ‘Beneficial Ownership’
oleh Sandy Romualdus
8 April 2026 - 11:04
Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat fondasi Governance, Risk, and Compliance (GRC) di sektor jasa keuangan guna menjaga...
Gagal Penyehatan, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Sungai Rumbai di Sumatera Barat
oleh Sandy Romualdus
8 April 2026 - 11:00
Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Sungai Rumbai yang berlokasi di...
OJK Targetkan ETF Emas Melantai Kuartal II/2026, Tiga Manajer Investasi Siap Terbitkan Produk
oleh Stella Gracia
8 April 2026 - 10:54
Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membidik peluncuran produk Exchange Traded Fund (ETF) berbasis emas dapat terealisasi pada kuartal II/2026....
OJK Himbau Masyarakat Pahami Data Fundamental sebelum Investasi Kripto
oleh Sandy Romualdus
7 April 2026 - 17:11
Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) menggelar Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 untuk semakin memperkuat pemahaman...




