Peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia oleh BI dan OJK
Sumber Foto: Aspek.id
Teknologi

Peluncuran Pusat Inovasi Digital Indonesia oleh BI dan OJK

ASPEK.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi melakukan soft launching Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) di Gedung BI, Jakarta, Senin (23/2). Kehadiran PIDI menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekosistem inovasi digital nasional.

Inisiatif ini dirancang sebagai bentuk dedikasi terhadap pembangunan ekonomi berbasis teknologi, dengan mendorong penciptaan lapangan kerja baru dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. PIDI diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bisnis bagi industri melalui penguatan talenta, lahirnya inovasi siap implementasi, serta harmonisasi kebijakan dengan kebutuhan publik.

PIDI diposisikan sebagai policy enabler yang menjembatani kebijakan publik, kebutuhan industri, dan pengembangan teknologi secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Melalui platform ini, ide-ide inovatif dari talenta muda Indonesia tidak berhenti pada tahap konseptual, tetapi diarahkan menjadi solusi konkret yang aplikatif.

Baca Juga

Daftar 7 Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Minyak Petral

Mahfud Tegaskan Ajakan Jatuhkan Prabowo Tak Otomatis Makar

Kejagung Tetapkan Riza Chalid Tersangka Kasus Petral

Pemprov Aceh Resmi Keluarkan Kebijakan Kerja dari Rumah Tiap Jumat

Saiful Mujani Buka Suara Usai Dipolisikan

Gibran Minta Hakim Ad Hoc Dilibatkan di Sidang Kasus Air Keras Andrie Yunus

Advertisement. Scroll to continue reading.

Para peserta akan memperoleh penguatan kapabilitas teknis, pemahaman model bisnis, hingga pendampingan dan mentoring komprehensif. Skema ini dirancang agar inovasi yang lahir mampu menjawab berbagai kebutuhan prioritas nasional dalam bentuk produk maupun layanan digital.

Secara struktural, PIDI dibangun di atas tiga pilar utama.

Pilar pertama adalah Market Intelligence, yang berfungsi memetakan tren dan perkembangan inovasi di pasar agar tetap relevan dengan kebutuhan publik dan arah kebijakan nasional. Pilar ini ditargetkan menghasilkan keluaran utama berupa Strategic Intelligent Market Analytics (SIGMA) sebagai dasar pengambilan keputusan strategis.

Pilar kedua, Innovation Experimentation, diwujudkan melalui penyelenggaraan Hackathon sebagai kompetisi intelektual. Melalui skema ini, talenta digital ditantang menghadirkan solusi teknologi terhadap berbagai persoalan prioritas nasional.

Sementara pilar ketiga adalah Digital Talent Development, yang diimplementasikan melalui program DIGDAYA (Digital Talenta Berdaya dan Berkarya). Inisiatif ini berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia digital melalui pelatihan terstruktur guna mencetak talenta unggul sekaligus membuka peluang kerja di sektor digital.

Dengan peluncuran PIDI, sinergi BI dan OJK menegaskan komitmen penguatan transformasi digital nasional. Kehadiran pusat inovasi ini diharapkan tidak hanya mempercepat akselerasi ekonomi digital, tetapi juga memastikan inovasi tumbuh selaras dengan stabilitas sistem keuangan dan arah pembangunan nasional. []

Komentar

Share12 Tweet8 Send Share Share2 Send

ADVERTISEMENT

Related Posts

Daftar 7 Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Minyak Petral

ASPEK.ID, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan minyak mentah dan produk...

Mahfud Tegaskan Ajakan Jatuhkan Prabowo Tak Otomatis Makar

ASPEK.ID, JAKARTA - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menilai pernyataan pengamat politik Saiful Mujani terkait ajakan menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto...

Kejagung Tetapkan Riza Chalid Tersangka Kasus Petral

ASPEK.ID, JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan pengusaha minyak Mohammad Riza Chalid sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan minyak...

Load More