Penurunan Sementara Dolar AS di Tengah Isu Tarif Trump
Pada hari Selasa, 4 Februari, dolar AS mengalami penurunan yang dianggap sebagian besar sebagai kemunduran sementara oleh para pedagang di pasar. Penurunan ini terjadi di tengah latar belakang kekuatan ekonomi AS yang relatif baik dan ketidakpastian yang ditimbulkan oleh perang dagang, yang dapat mendorong investor untuk beralih ke aset-aset yang dianggap lebih aman.
Indeks Bloomberg Dollar Spot mengalami penurunan sebesar 0,7% dalam satu hari, mengakhiri enam sesi kenaikan berturut-turut yang telah berlangsung sebelumnya. Penurunan ini menggeser indeks dari level tertinggi yang dicapai sejak tahun 2022, yang terlihat pada perdagangan Asia di awal minggu ketika para spekulan bersiap menghadapi tarif baru yang dijadwalkan akan diberlakukan pada hari yang sama.
Pergerakan dolar ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Senin bahwa ia akan menunda penerapan tarif terhadap Meksiko dan Kanada. Saat ini, indeks dolar diperdagangkan sedikit di bawah level penutupan minggu lalu.
Meskipun ada penurunan tersebut, para pengamat pasar cenderung menganggapnya sebagai fluktuasi sementara. Beberapa institusi keuangan, seperti Nomura International Plc, Brown Brothers Harriman, dan HSBC, menegaskan bahwa masih ada alasan kuat untuk membeli dolar, terlepas dari isu tarif yang dihadapi. Sementara itu, Commerzbank dan Mizuho Bank menyatakan bahwa kekhawatiran berkelanjutan terkait prospek perdagangan global kemungkinan akan terus mendukung nilai dolar.




