Peremajaan Peta Jalan Kepemimpinan HMI di Era Disrupsi Digital
Sumber Foto: merahputih.com
Peta Isu

Peremajaan Peta Jalan Kepemimpinan HMI di Era Disrupsi Digital

Dalam konteks disrupsi teknologi yang semakin meningkat, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diharapkan dapat melakukan peremajaan dalam peta jalan kepemimpinannya. Hal ini disampaikan oleh M. Jusrianto, penulis buku "HMI Change", dalam acara bedah buku yang berlangsung di Obaidys Coffee & Resto, Jakarta Timur.

Jusrianto menekankan pentingnya sosok pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman. Ia menjelaskan bahwa meskipun HMI adalah organisasi mahasiswa Islam tertua dan terbesar di Indonesia dengan sumber daya manusia (SDM) yang melimpah, organisasi ini menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan perhatian serius.

Masalah Internal dan Eksternal

Menurut Jusrianto, terdapat dua kategori masalah yang dihadapi HMI, yaitu masalah internal dan eksternal. Dari sisi internal, HMI belum sepenuhnya siap menghadapi tantangan digitalisasi. Selain itu, terdapat permasalahan terkait peran beberapa badan otonom yang belum berjalan optimal.

“Kami menyadari bahwa ada banyak kendala dalam organisasi, seperti gesekan antar pengurus dan produksi karya intelektual yang terhambat,” ungkapnya. Sementara itu, masalah eksternal meliputi keterbatasan jejaring internasional dan kurangnya keterlibatan dalam agenda-agenda global, meskipun HMI memiliki potensi besar dalam menghadapi isu-isu tersebut.

Peta Jalan Kepemimpinan

Jusrianto mengusulkan beberapa langkah strategis untuk menjawab tantangan yang dihadapi HMI. Pertama, penguatan kapasitas SDM dalam penguasaan teknologi mutakhir sangat penting. Ia juga menekankan perlunya pengaktifan kembali peran dan fungsi lembaga-lembaga otonom HMI seperti Korps HMI-Wati (KOHATI), Lembaga Pengembangan Profesi (LPP), Badan Pengola Latihan (BPL), dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) HMI.

“Badan-badan otonom ini adalah jangkar dari seluruh proses perkaderan HMI, namun saat ini kinerjanya belum optimal,” jelasnya. Ia juga menyoroti pentingnya sistem perkaderan berbasis teknologi dan data base digital untuk memudahkan pengelolaan kader HMI.

Menuju Networking Society

Lebih lanjut, Jusrianto berharap agar Ketua Umum PB HMI yang akan datang dapat mempersiapkan langkah menuju networking society. Menurutnya, visi dan langkah besar diperlukan untuk membangun dan mengembangkan HMI di tingkat internasional.

“Kepemimpinan yang memiliki kepekaan terhadap isu-isu global dan jejaring luas sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut,” tambahnya.

Jusrianto juga mengajak seluruh kader untuk mendukung proses suksesi kepemimpinan HMI yang akan berlangsung pada Kongres HMI XXXII di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 24-29 November 2023.

Apresiasi terhadap Buku HMI Change

Pembedah buku, Sidratahta Mukhtar, memberikan apresiasi terhadap buku "HMI Change" yang dianggap sebagai sumbangsih ide-ide segar dan kontekstual bagi kader HMI. Ia menyebutkan bahwa buku ini berhasil menawarkan peta jalan untuk menjawab tantangan yang dihadapi baik di tingkat lokal, regional, maupun global.

“Karya ini diharapkan dapat menjadikan HMI sebagai lokomotif pergerakan yang siap menghadapi tantangan zaman ke depan,” tutupnya.