Potensi Penarikan Dana Asing Terancam IHSG akibat Perubahan Aturan MSCI
Sumber Foto: Suara.com
Indeks Isu

Potensi Penarikan Dana Asing Terancam IHSG akibat Perubahan Aturan MSCI

Pasar modal Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang sangat krusial. Prediksi menunjukkan bahwa dana asing dapat menarik lebih dari US$ 2 miliar (sekitar Rp31 triliun) dari bursa saham domestik dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan oleh rencana MSCI Inc. yang tengah mengkaji perubahan metodologi indeks yang dijadwalkan akan diumumkan pada akhir Januari 2026.

Perubahan ini berfokus pada penguatan definisi free float, yaitu jumlah saham yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan oleh publik. Jika perubahan ini disetujui, kebijakan baru tersebut akan mulai diterapkan pada tinjauan indeks bulan Mei mendatang. Saat ini, Indonesia tercatat memiliki rata-rata free float terkecil di kawasan Asia-Pasifik, dan hal ini menjadi perhatian serius bagi investor.

Dalam konteks ini, jika MSCI menemukan bahwa jumlah saham yang dapat diperdagangkan lebih rendah dari yang dilaporkan secara resmi, maka investor pasif yang mengacu pada indeks tersebut terpaksa harus melepas posisi mereka. Gary Tan, Manajer Portofolio di Allspring Global Investments, menyebut langkah ini sebagai ujian penting bagi agenda reformasi pasar modal Indonesia.

“Langkah ini menggarisbawahi perlunya perbaikan tata kelola perusahaan guna menarik partisipasi internasional yang lebih besar serta aliran investasi jangka panjang,” ungkap Tan.

Pengaruh negatif dari potensi arus keluar dana asing ini diprediksi akan lebih terasa pada emiten-emiten besar dengan struktur kepemilikan yang terkonsentrasi. Dua perusahaan yang menjadi sorotan adalah:

  • PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN): Memiliki struktur kepemilikan mayoritas sebesar 84%.
  • PT Barito Pacific (BRPT): Sebanyak 71% sahamnya masih dikuasai oleh Prajogo Pangestu.

Namun, juru bicara PT Barito Pacific menyatakan bahwa free float perusahaan tersebut telah mencapai 27% berdasarkan aturan Bursa Efek Indonesia, sementara free float CUAN berada di angka 15%. Ia menambahkan bahwa BRPT tidak akan terdampak oleh perubahan metodologi MSCI, sedangkan PTRO kemungkinan akan terpengaruh namun tidak akan mengalami arus keluar terbesar.

Dengan keluarnya dana asing secara masif ini, bukan hanya indeks harga saham yang akan terguncang, tetapi juga akan menambah beban bagi mata uang Rupiah.