Proyeksi Jakarta Tenggelam pada Tahun 2030
Sumber Foto: detikNews
Peta Isu

Proyeksi Jakarta Tenggelam pada Tahun 2030

Jakarta – Isu mengenai kemungkinan tenggelamnya Jakarta pada tahun 2030 kembali menjadi perbincangan hangat. Lembaga non-profit independen yang fokus pada isu perubahan iklim, Climate Central, telah merilis peta proyeksi wilayah DKI Jakarta yang berpotensi tenggelam pada tahun tersebut.

Peta proyeksi ini dapat diakses melalui laman coastal.climatecentral.org. Di dalamnya, beberapa wilayah Jakarta ditandai dengan warna merah, menunjukkan kawasan-kawasan yang diprediksi akan tenggelam pada tahun 2030. Wilayah yang teridentifikasi termasuk Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan, dengan Bundaran HI menjadi salah satu titik yang terkena dampak.

Proyeksi tersebut didasarkan pada analisis yang menggunakan data elevasi dari CoastalDEM®, sebuah sistem yang telah melalui proses review yang ketat. CoastalDEM juga tersedia untuk diunduh bagi kepentingan komersial maupun non-komersial.

Climate Central adalah organisasi yang terdiri dari ilmuwan dan jurnalis terkemuka yang meneliti serta melaporkan fakta mengenai perubahan iklim dan dampaknya terhadap masyarakat.

Pernyataan Joe Biden tentang Jakarta

Dalam konteks yang lebih luas, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, juga menyoroti masalah ini. Dalam sebuah pernyataan, Biden menyebutkan bahwa permukaan air laut terus meningkat, yang akan memicu migrasi besar-besaran di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.

Biden mengungkapkan, "Jika proyeksi ini benar, dalam sepuluh tahun ke depan, Indonesia mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena Jakarta akan berada di bawah air." Pernyataan ini menjadi perhatian, mengingat dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, memastikan bahwa pemerintah provinsi tidak akan berdiam diri. "Kami menghormati pernyataan Presiden AS, namun kami akan berupaya agar Jakarta tidak tenggelam," ujarnya. Riza juga menyebutkan beberapa program yang sedang dijalankan, termasuk pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall di Jakarta.

Ketua Umum PDIP dan mantan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, turut mengomentari situasi ini. Ia menyatakan bahwa isu ini telah dibicarakan dengan Presiden Joko Widodo. Megawati menekankan pentingnya perhatian terhadap proyeksi kenaikan permukaan laut, yang dapat mengakibatkan jutaan orang bermigrasi.

"Jika permukaan laut naik dua setengah kaki lagi, jutaan orang akan memperebutkan tanah yang subur. Apa yang terjadi di Afrika Utara adalah contoh nyata," ungkap Megawati.

Isu perubahan iklim dan dampaknya terhadap Jakarta memerlukan perhatian serius dari semua pihak untuk mengantisipasi dan merespons tantangan yang akan datang.