PT Indosterling Technomedia Tbk Rencanakan Rights Issue untuk Perbaikan Keuangan
PT Indosterling Technomedia Tbk (TECH) mengumumkan rencana penambahan modal melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Perusahaan akan menerbitkan sebanyak 502.520.000 saham baru dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Rencana ini akan diajukan untuk disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang direncanakan berlangsung pada 18 Desember 2025.
Manajemen TECH menjelaskan bahwa pelaksanaan HMETD merupakan bagian dari upaya untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan. Hal ini menyusul pengunduran diri serempak jajaran direksi dan komisaris, serta adanya putusan pidana terhadap Komisaris Utama Sean William Henley, yang berdampak pada kinerja operasional perusahaan.
Dana yang diperoleh dari rights issue akan digunakan sepenuhnya untuk memulihkan kinerja keuangan dan operasional perusahaan. Selain itu, dana tersebut juga akan dialokasikan untuk pengembangan usaha baru, memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga, merekrut karyawan, serta menyediakan sarana dan prasarana yang lebih baik untuk kegiatan usaha. Jika terdapat sisa dana, perusahaan akan mengalokasikannya untuk kebutuhan lain yang mendukung pertumbuhan usaha di masa depan.
TECH juga mengingatkan bahwa pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam rights issue akan mengalami dilusi saham, yang dapat memengaruhi struktur kepemilikan dan pengendalian perusahaan. Saham yang tidak terserap akan dibeli oleh pembeli siaga.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,20% pada perdagangan 13 November 2025, berada di posisi 8.371,99. Meskipun transaksi harian saham mencapai lebih dari Rp 20 triliun, mayoritas sektor saham mengalami penurunan.
Menurut data yang diperoleh, IHSG mengalami koreksi di tengah maraknya aksi korporasi di pasar saham Indonesia, termasuk buyback saham, pembagian dividen interim, rights issue, dan akuisisi. Total frekuensi perdagangan mencapai 2.751.887 kali dengan volume perdagangan 62,4 miliar saham, dan nilai transaksi harian mencapai Rp 25,5 triliun.
Pergerakan saham di sektor-sektor bervariasi, dengan sektor industri mengalami penurunan terbesar sebesar 1,5%. Sektor teknologi melemah 1,23%, sementara sektor energi mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 1,6%.
Dengan adanya rencana rights issue dari PT Indosterling Technomedia Tbk, diharapkan perusahaan dapat memperbaiki kondisi keuangannya dan mempersiapkan pengembangan yang lebih baik di masa depan.




