Rekomendasi Saham Tahan Resesi Global pada Oktober 2022
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah meningkatnya kekhawatiran akan potensi resesi global, sejumlah analis merekomendasikan saham-saham pilihan yang dinilai mampu bertahan menghadapi kondisi pasar yang bergejolak. Pada awal Oktober 2022, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa resesi global mungkin terjadi pada tahun 2023, yang tentunya berdampak pada perdagangan saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu, 5 Oktober 2022, ditutup menguat tipis 0,04% ke level 7.075,38, meskipun dalam sebulan terakhir IHSG mengalami koreksi sebesar 1,55%.
Martha Christina, Senior Investment Information dari Mirae Asset Sekuritas, memprediksi bahwa IHSG akan melemah dengan level support-resistance di angka 6.904-7.228 untuk bulan Oktober. Ia menjelaskan bahwa analisis teknikal memperhitungkan faktor fundamental makroekonomi yang menunjukkan kekhawatiran akan resesi global, inflasi tinggi, dan kebijakan pengetatan likuiditas oleh bank sentral yang cenderung menekan bursa.
Rekomendasi Sektor dan Saham
Martha merekomendasikan beberapa sektor yang diharapkan dapat bertahan di tengah potensi koreksi teknikal, antara lain sektor perbankan, energi, dan industri. Ia juga menggarisbawahi pentingnya mengantisipasi pelemahan IHSG dengan memilih saham-saham defensif.
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR): Target harga Rp 4.650 per saham
- PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM): Rekomendasi juga diberikan untuk saham ini
Dari sektor keuangan, beberapa saham yang direkomendasikan meliputi:
- Bank Central Asia Tbk (BBCA): Target harga Rp 9.000 per saham
- Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Target harga Rp 6.100 per saham
- Bank Mandiri Tbk (BMRI): Target harga Rp 11.000 per saham
- Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Target harga Rp 10.900 per saham
Dari sektor energi, saham yang dianggap menarik adalah:
- Adaro Energy Tbk (ADRO): Target harga Rp 4.500 per saham
- Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG): Target harga Rp 39.400 per saham
- Pertamina Gas (PGAS): Target harga Rp 2.100 per saham
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA): Target harga Rp 4.500 per saham
Sementara itu, di sektor industri, saham yang direkomendasikan adalah:
- Astra International Tbk (ASII): Target harga Rp 29.800 per saham
- United Tractors Tbk (UNTR): Target harga Rp 29.800 per saham
Optimisme Terhadap Ekonomi Indonesia
Nafan Aji, Senior Investment Information dari Mirae Asset Sekuritas, menjelaskan bahwa meskipun kenaikan suku bunga dan harga BBM dapat memperlambat aktivitas ekonomi, dia tetap optimis bahwa Indonesia tidak akan jatuh ke dalam resesi. Hal ini didukung oleh kinerja ekspor yang solid dan konsumsi rumah tangga yang kuat, seiring dengan pemulihan mobilitas penduduk.
Menurut Nafan, faktor-faktor tersebut berkontribusi pada ketahanan IHSG yang masih kuat untuk jangka menengah hingga panjang.
Dengan rekomendasi saham di atas, investor diharapkan dapat mempertimbangkan pilihan yang lebih aman di tengah ketidakpastian pasar. Namun, perlu diingat bahwa segala risiko investasi menjadi tanggung jawab masing-masing individu.




