Rekor Baru Bursa Saham Jepang, Indeks Nikkei Melejit di Atas 54.000
Sumber Foto: stockwatch.id
Indeks Isu

Rekor Baru Bursa Saham Jepang, Indeks Nikkei Melejit di Atas 54.000

Tokyo, 15 Januari 2026 – Bursa saham Jepang mencatatkan sejarah baru dengan Indeks Nikkei 225 menembus angka 54.000 pada penutupan perdagangan hari ini. Kenaikan signifikan ini dipicu oleh harapan investor terhadap pemilihan umum yang mungkin akan diadakan lebih awal.

Perdana Menteri Sanae Takaichi diperkirakan akan mempercepat jadwal pemilu pada bulan Februari mendatang, yang bertepatan dengan meningkatnya popularitasnya di kalangan publik. Munculnya isu ini telah menciptakan fenomena pasar yang dikenal sebagai "Takaichi trade", di mana nilai tukar yen Jepang mengalami pelemahan, sementara pasar saham menguat.

Indeks Nikkei 225 tercatat melonjak sebesar 1,48% dan mencapai rekor tertinggi di level 54.341,23. Sementara itu, indeks Topix juga mencatatkan kenaikan 1,26%, menyentuh angka 3.644,16.

Pelemahan yen yang terpantau melebihi 159 per dolar AS, merupakan level terendah sejak Juli 2024. Pelemahan mata uang ini umumnya berpengaruh positif bagi perusahaan-perusahaan yang berfokus pada ekspor.

Bank of America memberikan catatan terkait tren investasi di pasar saham Jepang, menyatakan bahwa menjelang pemilihan Majelis Rendah, investor asing cenderung akan membeli saham-saham Jepang, khususnya yang berkapitalisasi besar dan memiliki return on equity (ROE) yang tinggi.

Sementara itu, bursa saham di Asia lainnya menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Indeks Kospi di Korea Selatan meningkat 0,65% menjadi 4.723,1, sementara indeks Kosdaq mengalami penurunan 0,72% ke posisi 942,18. Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 0,33% berkat pengaruh positif dari sektor teknologi dan konsumsi, namun indeks CSI 300 di China justru melemah 0,4% ke level 4.741,93. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 ditutup naik tipis sebesar 0,14% di angka 8.820,6.