Saham Teknologi Wall Street Tertekan oleh Kekhawatiran Penjualan OpenAI
Sumber Foto: AsatuNews.co.id
Indeks Isu

Saham Teknologi Wall Street Tertekan oleh Kekhawatiran Penjualan OpenAI

Indeks S&P 500 mengalami penurunan pada Selasa (28/4/2026), meninggalkan level rekor tertingginya. Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya saham-saham di sektor teknologi dan semikonduktor di bursa Amerika Serikat, yang dipicu oleh kekhawatiran pasar terkait keberlanjutan investasi dalam kecerdasan buatan (AI) setelah laporan mengenai kegagalan target internal OpenAI.

Sektor semikonduktor menjadi yang paling tertekan, dengan Philadelphia Semiconductor Index (SOX) mencatat penurunan sebesar 3,6 persen, di mana seluruh 30 perusahaan komponennya mengakhiri perdagangan di zona merah. Indeks S&P 500 turun 0,5 persen, sedangkan Nasdaq 100 merosot 1 persen, dipengaruhi oleh tekanan jual terhadap saham-saham besar seperti Nvidia Corp., Broadcom Inc., dan Micron Technology Inc.

Kinerja kurang memuaskan dari OpenAI dalam beberapa bulan terakhir telah menimbulkan spekulasi mengenai tantangan dalam pembiayaan infrastruktur AI, yang berdampak pada harga saham perusahaan-perusahaan seperti Oracle Corp. dan CoreWeave Inc., yang masing-masing tertekan lebih dari 4 persen. Meskipun OpenAI telah membantah isu perlambatan pertumbuhan, dampaknya tetap terasa di pasar.

Brian Mulberry, kepala strategi pasar di Zacks Investment Management, menyatakan bahwa fluktuasi pasar saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen pendanaan dibandingkan dengan fundamental perusahaan. "Kita kembali pada kekhawatiran pembiayaan yang berputar seperti sebelum konflik Iran," ungkapnya.

Mulberry juga menjelaskan bahwa komitmen belanja OpenAI mempengaruhi sejumlah mitra strategis di pasar modal, termasuk Oracle dan CoreWeave. Di sisi lain, optimisme terhadap permintaan jangka panjang AI tetap ada, terutama menjelang laporan keuangan dari empat raksasa teknologi, yaitu Amazon, Alphabet, Meta, dan Microsoft.

Dan Ives, Kepala Riset Teknologi Global di Wedbush Securities, memberikan pandangan positif terhadap posisi pasar OpenAI, menegaskan bahwa permintaan tetap tinggi dari konsumen dan perusahaan. "Kami sangat tidak setuju dengan anggapan bahwa pertumbuhan melemah," katanya.

Kondisi makroekonomi global juga memberikan tekanan, dengan harga minyak mentah Brent naik hampir 3 persen menjadi $111 per barel. John Stoltzfus dari Oppenheimer mencatat bahwa pergerakan pasar dipengaruhi oleh ketidakpastian, terutama terkait kebuntuan negosiasi damai di Timur Tengah. "Gagasan kenaikan bertahap tanpa gangguan tidak realistis," ujarnya.

Stoltzfus memperkirakan bahwa dampak dari koreksi yang terjadi saat ini tidak akan separah drama yang berkembang di pasar. "Relatif ringan dibandingkan dramanya," tambahnya.

Sementara itu, Federal Reserve dijadwalkan untuk mengumumkan keputusan terkait suku bunga pada hari Rabu. Lindsey Piegza dari Stifel Financial Corp memproyeksikan bahwa Ketua Jerome Powell akan tetap waspada, menekankan perlunya kesabaran dalam menghadapi ketidakpastian global. "Dengan itu, dia kemungkinan akan menekankan perlunya kesabaran," tutup Piegza.