SBY Peringatkan Potensi Perang Dunia Ketiga dan Ancaman Nuklir
Sumber Foto: Tribun Video
Internasional

SBY Peringatkan Potensi Perang Dunia Ketiga dan Ancaman Nuklir

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Dunia dinilai sedang berada di fase yang rawan konflik besar.

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan potensi eskalasi global yang bisa memicu Perang Dunia Ketiga.

Peringatan itu disampaikan dalam kuliah umum di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Baca: SBY Was-was Perang Dunia Ketiga hingga Ungkap Tanda-tandanya, Desak PBB Gelar Sidang Darurat

SBY menyoroti meningkatnya ketegangan di berbagai kawasan, mulai dari Asia, Eropa, hingga Timur Tengah.

Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, mengatakan, SBY menekankan adanya risiko konflik berskala besar.

Salah satunya termasuk ancaman perang nuklir.

“Beliau (SBY) menyebutkan mungkin akan terjadi perang dunia ketiga karena beberapa potensi bagi terjadinya konflik di kawasan itu nyata, sinyalnya sudah sangat kuat," kata Ace, ditemui di Gedung Lemhannas, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, tanda-tanda ketidakstabilan global sudah terlihat jelas dan tidak boleh diabaikan.

Di Asia, SBY menyoroti ketegangan di Laut China Selatan, konflik China dan Taiwan, serta dinamika di Semenanjung Korea.

Di Eropa, perang Rusia dan Ukraina masih berlangsung dan memicu instabilitas berkepanjangan.

Sementara di Timur Tengah, konflik Palestina-Israel, ketegangan Israel dan Iran, serta keterlibatan AS dinilai memperbesar risiko eskalasi.

SBY juga menyinggung isu Greenland dalam konteks persaingan geopolitik global.

“Berbagai potensi-potensi tersebut berbagai konflik di tiga kawasan tersebut itu berpotensi bagi melahirkan terjadinya kemungkinan perang dunia ketiga," ungkap Ace.

Hal itu menunjukkan luasnya potensi konflik yang bisa memengaruhi keseimbangan dunia.

Ia menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton.

Tetapi harus aktif mendorong perdamaian melalui diplomasi dengan negara besar seperti Amerika Serikat, China, dan Rusia.

Selain itu, SBY juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan nasional di tengah situasi global yang tidak menentu.