Thailand Ikuti Pertemuan Konsultasi Perdamaian ASEAN di Kuala Lumpur dan Bantah Isu Peta Batas Wilayah dengan Kamboja
Sumber Foto: Jawa Pos
Peta Isu

Thailand Ikuti Pertemuan Konsultasi Perdamaian ASEAN di Kuala Lumpur dan Bantah Isu Peta Batas Wilayah dengan Kamboja

Pemerintah Thailand Hadiri Pertemuan Perdamaian Regional

Pemerintah Thailand telah memastikan keikutsertaannya dalam pertemuan konsultatif tingkat tinggi yang diselenggarakan oleh Malaysia sebagai Ketua ASEAN. Pertemuan ini berlangsung pada Senin, 28 Juli 2023, di Kantor Perdana Menteri Malaysia di Kuala Lumpur. Forum ini bertujuan untuk membahas upaya perdamaian di kawasan regional.

Delegasi Thailand dan Agenda Pertemuan

Menurut Jirayu Houngsub, Juru Bicara Pemerintah Thailand sekaligus anggota Pusat Ad Hoc untuk Situasi Perbatasan Thailand-Kamboja, undangan resmi untuk pertemuan tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Delegasi Thailand berangkat dari Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Thailand pada pukul 10.30 waktu setempat dan dijadwalkan tiba di lokasi pertemuan pada pukul 15.00 waktu Malaysia.

Delegasi yang dipimpin oleh Phumtham Wechayachai, Perdana Menteri sementara Thailand, juga terdiri dari Menteri Luar Negeri Maris Sangiampongsa, Wakil Menteri Pertahanan Jenderal Nattaphon Narkphanit, Sekretaris Jenderal Kantor Perdana Menteri Dr. Prommin Lertsuridej, dan Jirayu Houngsub sendiri.

Pentingnya Dialog Regional

Selain Thailand, pertemuan ini juga dihadiri oleh Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, yang menunjukkan pentingnya dialog dalam menurunkan ketegangan di kawasan. Jirayu Houngsub menyatakan bahwa konsultasi ini akan menjadi platform untuk mendengarkan berbagai usulan demi mengembalikan perdamaian di kawasan.

Bantahan Terkait Penggunaan Peta Kamboja

Menyikapi rumor yang beredar di media Thailand mengenai kesediaan pemerintah untuk menggunakan peta skala 1:200.000 milik Kamboja dalam negosiasi gencatan senjata, Jirayu dengan tegas membantah informasi tersebut. Ia menyebut bahwa kabar tersebut tidak berdasar dan dapat menyesatkan.

“Tidak ada satu pun pemerintah atau individu yang akan menjual negaranya sendiri. Saat bangsa menghadapi ancaman, penyebaran informasi keliru seperti ini harus disikapi dengan sangat hati-hati,” ungkap Jirayu. Ia menekankan bahwa Thailand tetap berpegang pada penggunaan peta skala 1:50.000 dalam setiap diskusi resmi mengenai batas wilayah.

Komitmen Terhadap Kedaulatan Wilayah

Jirayu juga menegaskan bahwa meskipun terbuka untuk dialog, Pemerintah Thailand berkomitmen untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah nasional. “Setiap jengkalnya,” tandas Jirayu Houngsub, menegaskan posisi Thailand dalam menghadapi isu-isu perbatasan dan perdamaian regional.