Tokoh Perempuan yang Potensial Mengubah Peta Politik 2024
Sumber Foto: Mojok.co
Peta Isu

Tokoh Perempuan yang Potensial Mengubah Peta Politik 2024

Dalam menjelang Pemilihan Umum 2024, penting untuk mempertimbangkan peran serta tokoh perempuan dalam politik Indonesia. Jika diberikan kesempatan yang memadai, lima tokoh perempuan ini memiliki potensi untuk mengubah peta politik dan mengangkat isu-isu penting yang berkaitan dengan perempuan dalam arena politik nasional.

Salah satu alat yang sering digunakan dalam menentukan popularitas dan elektabilitas calon adalah survei politik. Meskipun survei memberikan gambaran mengenai calon, tidak bisa dipungkiri bahwa ada sejumlah tokoh yang memiliki kapabilitas dan kompetensi, tetapi tidak muncul dalam radar survei, atau jika muncul, popularitasnya masih rendah. Hal ini berpotensi menyebabkan dominasi calon presiden dan wakil presiden oleh perempuan menjadi semakin kecil.

1. Puan Maharani

Puan Maharani, Ketua DPP PDIP, meskipun saat ini memiliki elektabilitas yang rendah, memiliki dua modal penting: kepemimpinan di partai besar dan pengalaman politik yang luas. PDIP adalah partai pemenang Pemilu 2019 yang memiliki mesin politik yang kuat. Puan pernah menjadi 'panglima tempur' dalam memenangkan Ganjar Pranowo pada Pilgub Jateng ketika elektabilitasnya sedang rendah. Selain itu, Puan telah menjabat di berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Ketua DPR RI. Dia lahir pada 6 September 1973 dan memegang jabatan-jabatan prestisius tersebut di usia yang relatif muda.

2. Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Indar Parawansa adalah tokoh perempuan yang memiliki pengalaman politik yang panjang. Saat ini, ia menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur, provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia. Khofifah merupakan figur penting bagi komunitas Nahdliyin, salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia. Pengalamannya dalam kompetisi politik juga sangat kaya, dengan tiga kali bertarung dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur, dan baru berhasil menang pada usaha ketiganya. Ini menunjukkan keberanian dan militansinya dalam dunia politik.

Dengan memberikan ruang yang lebih besar bagi tokoh-tokoh perempuan seperti Puan Maharani dan Khofifah Indar Parawansa, diharapkan isu-isu terkait perempuan dapat mendapatkan perhatian yang lebih dalam pemilihan mendatang.