Transformasi Digital di Ramadan: Membangun Koneksi Manusiawi
Ika Kartika Mohon Tunggu... Communicating Life
PNS yang percaya bahwa literasi bukan cuma soal bisa baca, tapi soal mau paham. Kadang menulis serius, kadang agak nyeleneh. Yang penting: ada insight, disampaikan dengan cara yang asik, dan selalu dari kacamata ilmu komunikasi—karena di situlah saya belajar dan bekerja. Seperti kata pepatah (yang mungkin baru saja ditemukan): kalau hidup sudah terlalu birokratis, tulisan harus tetap punya nyawa.
Selanjutnya
Techlife
Transformasi Digital Itu Soal Sistem. Ramadan Mengajarkan Soal Makna
20 Februari 2026 12:19 Diperbarui: 20 Februari 2026 12:19 51 0 0
+
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ramadan biasanya identik dengan memperlambat ritme. Bangun lebih pagi, menahan diri lebih lama, dan kalau beruntung, punya sedikit lebih banyak waktu untuk berpikir jernih. Tapi di sela suasana yang terasa lebih hening itu, dunia justru bergerak semakin cepat. Notifikasi tetap berbunyi. Informasi terus mengalir. Percakapan publik berlangsung tanpa jeda.
Di situlah saya sering merasa: Ramadan hari ini tidak lagi sama dengan Ramadan yang dulu.
Jika dulu kabar menyebar dari mulut ke mulut, sekarang cukup satu unggahan.
Jika dulu masyarakat harus datang untuk bertanya, sekarang mereka cukup mengetik.
Jika dulu jarak terasa nyata, kini ia hampir hilang sama sekali.
Digitalisasi membuka lebih banyak kesempatan. Bukan hanya untuk bisnis atau teknologi, tapi juga untuk cara pemerintah hadir di tengah masyarakat.
Dalam pekerjaan saya yang sehari-hari tak jauh dari dunia komunikasi publik, perubahan itu terasa sangat konkret. Pesan yang dulu membutuhkan waktu berhari-hari untuk sampai, kini bisa diterima dalam hitungan detik. Program yang dulu hanya diketahui segelintir orang, sekarang dapat diakses siapa saja, kapan saja.
Transparansi bukan lagi jargon.
Ia menjadi kenyataan yang tidak bisa dihindari.
Apa yang dilakukan pemerintah dapat dilihat publik dalam sekali klik.
Apa yang belum dilakukan, juga terlihat.
Ruang dialog terbuka lebar. Kadang hangat, kadang kritis, tapi selalu hidup.
Dan justru di situlah nilai pentingnya.
Digitalisasi bukan sekadar soal memindahkan layanan ke layar. Ia tentang membuka ruang partisipasi yang lebih luas. Tentang membuat masyarakat merasa bahwa mereka bukan hanya penerima informasi, tetapi bagian dari percakapan.
Ramadan memberi lapisan makna tambahan pada proses ini.
Bulan ini mengajarkan kita tentang menahan diri, mendengar lebih banyak, dan berbagi ruang dengan sesama. Nilai-nilai itu terasa sangat selaras dengan semangat transformasi digital yang sebenarnya: membangun koneksi yang lebih manusiawi di balik teknologi yang semakin canggih.
HALAMAN :
1
2
3
Mohon tunggu...
Lihat Techlife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
KIRIM
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
TAG
primacom
blogcompetition
ramadan bercerita 2026
ramadan bercerita 2026 hari 4
digitalisasi
netizen
inovasi
techlife




