Vidio Luncurkan Serial Ramadan 'A dan Z: InsyaAllah Cinta' Adaptasi Wattpad
Vidio pada bulan puasa ini menghadirkan tontonan baru yang segar, manis, dan bikin senyum seiring dirilinya Vidio Original Series berjudul A dan Z: InsyaAllah Cinta. Serial ini enyodorkan kisah romantis yang dibintangi oleh Rizky Nazar, Laura Moane, Zoe Jackson, Anya Taroreh, Yusuf Kartiko dan masih banyak lainnya.
Serial ini merupakan adaptasi dari cerita Wattpad karya Erlis Kurniyanti berjudul A dan Z, yang telah dibaca lebih dari 29 juta kali. Lewat kisah cinta yang sederhana tapi bermakna, series ini siap menjadi teman di bulan Ramadan dengan cerita yang hangat, manis, dan relatable. A dan Z: InsyaAllah Cinta mengisahkan tentang Zara (Laura Moane), seorang mahasiswi kedokteran yang menerima amanah terakhir dari kakaknya, Fara (Zoe Jackson), sebelum meninggal dunia untuk menikahi laki-laki yang telah dijodohkan dengannya.
Amanah tersebut membawa Zara ke dalam pernikahan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Meski sudah menyandang status sebagai istri, Zara tetap menjalani hari-harinya seperti anak muda pada umumnya: berkumpul bersama teman-teman, bermain padel, hingga sesekali pergi ke pantai untuk melepas penat. Sisi inilah yang membuat ceritanya terasa dekat dan relevan dengan generasi sekarang, sekaligus menghadirkan kontras saat disandingkan dengan sosok Abyan yang lebih dewasa dan tenang.
Di sisi lain, ada Abyan (Rizky Nazar) atau yang akrab disapa Gus Abyan, putra pemilik pesantren yang sejak awal terikat dalam perjodohan tersebut sebagai bentuk balas budi karena pendidikan S2-nya dibiayai oleh ayah Zara. Sosok Abyan digambarkan sebagai pria yang matang, tenang, dan bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama. Pertemuan dua karakter dengan latar belakang dan cara pandang berbeda inilah yang membuat perjalanan rumah tangga mereka penuh dinamika dan proses pendewasaan.
Cerita ini diadaptasi dari wattpad populer karya Erlis Kurniyanti yang telah dibaca lebih dari 29 juta kali. Antusiasme pembaca yang besar membuktikan bahwa kisah A dan Z sudah memiliki basis penggemar yang kuat sebelum diangkat menjadi series. Laura Moane mengaku sempat merasa excited sekaligus deg-degan saat mengetahui kisah ini akan diadaptasi.
“Karena ini diadaptasi dari Wattpad, jujur pertama kali tahu aku langsung excited tapi juga deg-degan. Cerita yang sudah punya pembaca setia pasti punya ekspektasi tinggi. Tapi karena kami banyak diskusi soal karakter bareng penulisnya, rasanya jadi lebih tenang dan terarah,” ujar Laura di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Penulis Erlis Kurniyanti, juga menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya melihat karyanya berkembang hingga ke layar. “Sejak pertama kali A dan Z ditulis di Wattpad pada Agustus 2021,sampai akhirnya diadaptasi menjadi serial di 2026, ini perjalanan yang panjang dan penuh proses. Aku senang sekali karena para pemainnya sesuai dengan visual yang selama ini aku bayangkan,” ungkap Erlis. Antusiasme pembaca pun turut mewarnai proses produksi. Fanbase A dan Z yang menginisiasi project bertajuk Gift of Light sebagai bentuk dukungan terhadap adaptasi serial ini.
erbeda dari romansa kebanyakan yang diawali pertemuan manis atau cinta pada pandangan pertama, A dan Z: InsyaAllah Cinta justru bertolak dari kehilangan dan amanah yang tak terduga. Fondasi cerita ini dibangun dari dinamika emosional yang lebih dalam, ketika dua orang dipersatukan oleh keadaan, bukan oleh rasa yang sudah tumbuh.
Sutradara, Key Mangunsong, menjelaskan pendekatan tersebut sengaja dipilih untuk menghadirkan perjalanan cinta yang lebih realistis. “Romansa biasanya dimulai dari ketertarikan. Tapi di series ini, cinta justru dimulai dari kehilangan dan kesalahpahaman. Cinta mereka adalah keputusan untuk bertahan, belajar memahami, dan memaafkan kekurangan,” ungkap Key.
Hal senada disampaikan Rizky Nazar, yang melihat kisah ini sebagai refleksi tentang penerimaan. “Series ini bukan cuma soal pernikahan, tapi soal ikhlas dan menerima takdir yang nggak pernah kita rencanakan. Dua orang yang awalnya terpaksa bersama, belajar bertahan, percaya, dan melihat bahwa rencana Allah sering kali jauh lebih indah dari yang kita susun sendiri. Penonton harus siapin hati, karena ceritanya hangat, tapi juga ngena banget,” ujar Rizky.
A dan Z: InsyaAllah Cinta juga menghadirkan pesan religius yang disampaikan secara hangat. Nilai tentang keikhlasan, komitmen, serta percaya pada rencana Allah menjadi benang merah cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari dan terasa semakin dekat dengan suasana Ramadan. Key Mangunsong menegaskan bahwa pendekatan religi dalam series ini tidak dibuat menggurui, melainkan mengalir melalui tindakan para karakter.
“ A dan Z memang tidak berceramah. Nuansa religi hadir lewat cara karakter mengambil keputusan yang didasari kesabaran, keikhlasan, dan kepasrahan yang relevan dengan problematika hidup sehari-hari,” kata Key. Religi bukan ditampilkan lewat dialog panjang, melainkan lewat sikap dan proses pendewasaan. Dengan pendekatan tersebut, A dan Z: InsyaAllah Cinta menghadirkan romance religi yang tidak terasa kaku. Hal serupa juga disampaikan oleh Laura Moane, yang melihat kekuatan cerita ini ada pada penyampaian pesannya yang ringan namun tetap bermakna.
“Banyak pesan-pesan yang disampaikan melalui series ini, tapi dibalut dengan ringan sehingga bisa lebih kena ke generasi muda. Jadi nggak terasa berat atau menggurui, justru terasa dekat dan relate sama kehidupan sekarang,” ujar Laura. (*)




