Ziya Putri Kiai Jalil Pondok PETA Nyaleg DPRD Jatim untuk Sejahterakan Petani dan Pedagang
Sumber Foto: Jatimtimes
Peta Isu

Ziya Putri Kiai Jalil Pondok PETA Nyaleg DPRD Jatim untuk Sejahterakan Petani dan Pedagang

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tengah mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2024 dengan mengusung semangat baru dan menargetkan partisipasi politisi dari berbagai usia, termasuk kalangan milenial. PKB percaya bahwa politisi muda dapat membawa perubahan positif dalam pemerintahan dan lebih peka terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.

Di Jawa Timur, PKB memperkenalkan bakal calon legislatif (Bacaleg) milenial, salah satunya adalah Adibatul Maziyah, seorang perempuan berusia 28 tahun yang aktif melakukan kunjungan ke masyarakat, khususnya di Kota Blitar. Pada Selasa malam, Ziya, sapaan akrabnya, hadir dalam reses Anggota DPRD Kota Blitar dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Totok Sugiarto.

Dalam wawancara, Ziya mengungkapkan, "Saya mendapat perintah dari Kiai saya dan guru saya, KH Charir Mohammad Sholahuddin, untuk nyaleg DPRD Jatim dari Dapil Kota Blitar, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Tulungagung." Dia menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah mengabdi kepada bangsa dan negara, serta menyuarakan aspirasi rakyat melalui jalur politik.

Walau baru pertama kali terjun ke dunia politik, Ziya menyatakan bahwa keputusannya didasari oleh amanah dari keluarganya. "Sebelumnya saya cuma masyarakat sipil biasa, tetapi karena mendapatkan dawuh dari Kiai dan keluarga, saya mantap untuk ikut dalam pencalegan ini," tuturnya.

Ziya dikenal di kalangan santri dan merupakan putri dari Abdul Jalil Mustaqim, seorang Kiai terkenal dari Pondok Pesantren PETA di Tulungagung. Pesantren ini didirikan pada tahun 1930 dan dikenal sebagai lembaga yang mendalami ilmu tasawuf.

"Saya tidak melupakan latar belakang saya. Jika terpilih sebagai anggota dewan, saya akan menampung suara-suara jamaah, terutama bagi petani dan pedagang kecil yang sering kali terabaikan. Banyak dari mereka yang tidak mendapatkan perhatian dalam kebijakan anggaran," tegasnya. Ziya berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui politik praktis dan berkomitmen untuk menjadi suara bagi mereka yang membutuhkan.