661 Ribu Personel Siap Amankan Arus Mudik Lebaran 2026
Isu Nasional - Jakarta, Monitor Pos - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman maupun kembali ke tempat tugas setelah Hari Raya Idulfitri. Pengamanan dan kelancaran arus mudik ditegaskan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan merupakan kerja bersama berbagai lembaga negara dan elemen masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, pasukan yang ditampilkan dalam apel tersebut merupakan personel yang akan bertugas langsung di lapangan dalam mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
“Hari ini kita dapat melihat bersama bahwa pasukan yang akan terlibat langsung dalam pengamanan arus mudik telah melalui proses pemeriksaan kesiapan. Saya tekankan kembali bahwa kekuatan yang ditampilkan saat ini adalah pasukan yang terlibat secara langsung di lapangan, sementara kekuatan yang mendukung secara tidak langsung jumlahnya bahkan lebih besar,” ujar Djamari.
Ia menjelaskan bahwa pengamanan arus mudik melibatkan sinergi antara TNI, Polri, serta sejumlah instansi lainnya seperti Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, bersama berbagai elemen masyarakat.
Menurut Djamari, kolaborasi tersebut menunjukkan besarnya komitmen pemerintah dalam memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman, terutama bagi pemudik yang menuju maupun kembali ke Jakarta.
Ia juga mengingatkan bahwa kelancaran perjalanan mudik tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas dan menggunakan fasilitas transportasi dengan tertib.
“Misalnya disiplin dalam menggunakan rest area dan tidak berhenti di bahu jalan tol, karena hal tersebut dapat menghambat arus lalu lintas dan merugikan banyak pihak,” katanya.
Djamari menambahkan bahwa berbagai persiapan pengamanan telah dilakukan sejak awal bulan Ramadan. Evaluasi dari pengalaman pelaksanaan mudik pada tahun-tahun sebelumnya juga terus dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pengamanan.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan sekitar 661.243 personel gabungan untuk mendukung pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.
Personel tersebut berasal dari unsur TNI, Polri, Kementerian Dalam Negeri, serta berbagai kementerian dan lembaga terkait lainnya. Operasi pengamanan yang dikenal sebagai Operasi Ketupat 2026 tersebut akan dilaksanakan selama 13 hari.
Kapolri menjelaskan bahwa salah satu perhatian utama pemerintah pada musim mudik tahun ini adalah potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas yang bervariasi.
Karena itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan bencana seperti banjir, tanah longsor, maupun kondisi darurat lainnya.
“Pemerintah juga menyiapkan berbagai alternatif rute perjalanan guna memastikan pelayanan arus mudik dan arus balik tetap berjalan dengan lancar. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah untuk mempersiapkan lokasi evakuasi, tempat pengungsian, serta langkah-langkah penanganan pada tahap pra-bencana, saat bencana, maupun pascabencana,” ujar Kapolri.
Di tengah dinamika kondisi global yang memengaruhi harga energi, pemerintah juga memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG berada dalam kondisi aman sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan.
Selain itu, pemerintah terus memberikan dukungan melalui berbagai subsidi dan stimulus serta menyediakan beragam pilihan moda transportasi bagi masyarakat, mulai dari kereta api, bus, pesawat, hingga kendaraan pribadi.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik untuk tetap mengutamakan keselamatan, berhati-hati di jalan, serta mematuhi aturan lalu lintas agar perjalanan dapat berlangsung aman dan nyaman hingga tiba di kampung halaman,” kata Sigit.
Apel gelar pasukan tersebut turut dihadiri Panglima TNI Agus Subianto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, Wakapolri Dedi Prasetyo, serta sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga terkait lainnya.




