FDKV Universitas Widyatama Gelar Pameran VISIPORA 2026 untuk Kesadaran Iklim dan Kelestarian Hutan
Sumber Foto: Saba Cirebon
Isu Utama

FDKV Universitas Widyatama Gelar Pameran VISIPORA 2026 untuk Kesadaran Iklim dan Kelestarian Hutan

Isu Nasional - SABACIREBON - Di tengah ancaman krisis iklim global yang semakin nyata, dunia akademik dan industri kreatif dituntut tidak sekadar menjadi penonton. Kesadaran itulah yang mendorong Fakultas Desain Komunikasi Visual (FDKV) Universitas Widyatama Bandung menghadirkan pameran VISIPORA 2026 sebagai ruang refleksi sekaligus ajakan kolektif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Mei 2026 di Gedung B lantai 4 dan 6 kampus Universitas Widyatama tersebut bukan hanya menjadi ajang pamer karya visual mahasiswa. VISIPORA, akronim dari Visual, Inspired, Process, and Representation of Art, dirancang sebagai representasi utuh dari proses kreatif mahasiswa mulai dari gagasan, eksplorasi visual, hingga refleksi kritis terhadap persoalan sosial dan lingkungan.

Tahun ini, VISIPORA mengusung tema “Anthroposylva”, sebuah konsep yang memadukan kata Anthropos (manusia) dan Sylva (hutan). Tema tersebut menjadi medium perenungan mengenai hubungan manusia dengan alam yang selama ini cenderung bersifat antroposentris, yakni menempatkan manusia sebagai pusat kepentingan dalam memanfaatkan lingkungan.

Melalui pendekatan visual dan artistik, para mahasiswa mencoba menghadirkan pertanyaan mendasar tentang posisi hutan dalam kehidupan manusia. Apakah hutan hanya dipandang sebagai sumber ekonomi dan objek eksploitasi, atau justru sebagai ruang hidup yang keberlangsungannya menentukan masa depan manusia itu sendiri.

Dekan FDKV Universitas Widyatama, Deden Maulana Anggakarti, menegaskan bahwa paradigma relasi manusia dengan alam harus mengalami perubahan mendasar. Menurutnya, manusia tidak bisa lagi memandang alam semata dari nilai ekonominya, melainkan harus menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama demi menjaga kualitas hidup generasi mendatang.

Ia menilai kesadaran ekologis saat ini menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya ancaman kerusakan hutan, perubahan iklim, dan bencana lingkungan yang terus terjadi di berbagai daerah.