Gelombang Perlawanan Terhadap Kenaikan BBM dan Melemahnya Rupiah
Isu Nasional - Perlawanan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan melemahnya nilai tukar rupiah semakin meluas di berbagai daerah di Indonesia. Aksi ini dipicu oleh anjloknya nilai rupiah yang mencapai Rp17.989 per dolar AS dan kenaikan harga Pertamax yang mulai berlaku per 10 Juni 2026.
Awal Kejadian
Kenaikan harga BBM nonsubsidi yang ditetapkan oleh PT Pertamina Patra Niaga membuat harga Pertamax melonjak menjadi Rp16.250 per liter dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green meningkat menjadi Rp17.000 per liter dari Rp12.900 per liter. Kebijakan ini memicu protes dari berbagai elemen masyarakat.
Perkembangan
Protes ini ditandai dengan aksi jahit mulut di Lampung, yang terjadi bersamaan dengan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto. Tiga pemuda melakukan aksi teatrikal tersebut sebagai simbol ketidakmampuan menyampaikan pendapat dan menggambarkan beban hidup masyarakat. Selain itu, mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah juga menggeruduk kantor perwakilan Bank Indonesia di Semarang.
Kondisi Terakhir
Demo mahasiswa telah menyebar ke berbagai kota besar, termasuk Kendari, Bandung, dan Cikini Jakarta Pusat. Pada hari ini, BEM UI melaksanakan aksi puncak bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut" di Bundaran HI, menunjukkan semakin meningkatnya ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi nasional.




