Mahasiswa Manado Suarakan Isu Buruh dalam Aksi Hari Buruh
Sumber Foto: Wajah Batam News
Isu Utama

Mahasiswa Manado Suarakan Isu Buruh dalam Aksi Hari Buruh

Isu Nasional - SHARES

1

VIEWS

Share on Facebook Share on Twitter

Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Manado Menyuarakan Keprihatinan terhadap Nasib Buruh

Peringatan hari buruh 1 Mei 2026 di Manado, Sulawesi Utara tidak benar-benar sepi. Meskipun berbagai aktivitas rutin berlangsung, ada aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa. Mereka menggelar demonstrasi di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado, Jumat (1/5/2026) sore. Aksi ini dilakukan dalam rangka menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi buruh yang masih merana.

Aksi unjuk rasa tersebut diadakan di hari buruh, dan para pemuda menyampaikan beberapa tuntutan penting. Beberapa isu utama yang mereka sampaikan antara lain:

Jaminan kepastian kerja masih menjadi angan-angan bagi banyak pekerja.

Outsorcing dan kontrak kerja sering digunakan untuk menghindari kewajiban perusahaan.

PHK sepihak masih terjadi di berbagai tempat kerja.

Kekerasan seksual di tempat kerja masih marak terjadi.

Para peserta unjuk rasa terdiri dari berbagai elemen masyarakat. Mereka menduduki tangga masuk TKB dengan pakaian berwarna hitam. Di jalan, mereka menempatkan poster berisi tulisan-tulisan yang mengkritik praktik penindasan terhadap buruh. Para pemuda bergantian melakukan orasi dan membacakan puisi yang menentang penindasan terhadap buruh. Setiap kali seorang mahasiswa selesai membacakan puisinya, hadirin memberikan aplaus.

Aksi unjuk rasa ini mendapatkan pengawasan ketat dari aparat kepolisian. Petugas berjaga di sekitar lokasi aksi, termasuk di dekat Tugu Zero Point. Meskipun situasi sempat memanas, aksi berjalan secara damai dan tertib. Para pengunjuk rasa akhirnya bubar setelah menyampaikan aspirasi mereka sesuai rencana.

Isu-isu yang Diangkat dalam Aksi Unjuk Rasa

Beberapa isu yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa ini mencerminkan masalah yang sering dialami oleh para pekerja. Berikut adalah beberapa hal yang menjadi fokus utama:

Jaminan kepastian kerja: Banyak pekerja masih merasa tidak aman dalam menjalani pekerjaan mereka. Mereka khawatir akan dipecat tanpa alasan jelas atau diberhentikan secara sepihak.

Outsorcing dan kontrak kerja: Praktik ini sering digunakan oleh perusahaan untuk menghindari kewajiban hukum dan sosial terhadap pekerja tetap. Hal ini membuat kondisi kerja menjadi tidak stabil.

PHK sepihak: Masih banyak kasus di mana pekerja dipecat tanpa adanya proses yang jelas dan transparan.

Kekerasan seksual di tempat kerja: Situasi ini masih sering terjadi, namun seringkali tidak dilaporkan karena rasa takut dan kurangnya perlindungan hukum.

Reaksi Masyarakat dan Penjagaan Aparat

Amatan dari lokasi aksi menunjukkan bahwa para peserta unjuk rasa cukup aktif dalam menyampaikan pendapat mereka. Selain orasi, mereka juga menggunakan puisi sebagai media untuk menyampaikan keluhan dan harapan terhadap nasib buruh. Aplaus yang diberikan oleh hadirin menunjukkan bahwa pesan-pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

Aparat kepolisian juga terlihat sangat waspada selama aksi berlangsung. Mereka berjaga di sekitar TKB dan di dekat Tugu Zero Point. Meski ada sedikit ketegangan, aksi tetap berjalan secara damai dan tidak menimbulkan kekerasan.

Hasil dan Dampak dari Aksi Unjuk Rasa

Aksi unjuk rasa ini menjadi satu-satunya aksi yang dilakukan pada hari buruh di Manado, Sulawesi Utara. Meskipun jumlah peserta tidak terlalu besar, dampak dari aksi ini cukup signifikan. Isu-isu yang disampaikan menjadi perhatian masyarakat luas dan bisa menjadi dasar untuk perubahan lebih lanjut.

Dengan adanya aksi ini, diharapkan semakin banyak pihak yang sadar akan pentingnya perlindungan hak-hak buruh. Semoga langkah-langkah yang diambil oleh para pemuda dapat menjadi awal dari perubahan positif dalam sistem kerja di Indonesia.

Redaktur : Erwin sharil

Editor : Iwan Fajar

Andre Ramadhan

Related Posts

Nasional

Ancam Pidana Andrie Yunus, Hakim Militer Akan Dilaporkan ke KY

14 Mei 2026

Nasional

Prabowo Marah, Bunga Bank Rakyat Lebih Tinggi Daripada Pengusaha, CEO Danantara Langsung Berdiri

14 Mei 2026

Nasional

Pembunuhan Satpam Surabaya: Pengakuan Pelaku Berbeda dengan Keluarga Korban

14 Mei 2026

Discussion about this post