Pentingnya Pengetahuan Lokal dalam Karier Internasional
Sumber Foto: umy.ac.id
Isu Utama

Pentingnya Pengetahuan Lokal dalam Karier Internasional

14:26

Dalam persaingan ketat untuk berkarier di tingkat internasional, pemahaman mendalam terhadap isu-isu lokal justru menjadi nilai yang paling dicari oleh berbagai organisasi global. Keunikan konteks daerah yang kerap terabaikan oleh mahasiswa kini menjadi faktor pembeda yang menentukan dalam proses seleksi lembaga multilateral maupun kemanusiaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Political Specialist Kedutaan Besar Amerika Serikat, Fikri Pido, dalam kuliah praktisi bertema Membangun Jejaring Karir: Frontline Negotiation for Beginner pada Kamis (27/11). Kegiatan yang digelar di Ruang Amphitheater Gedung E6, K.H Ibrahim UMY ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Kemamanan Internasional UMY.

“Banyak mahasiswa HI bicara global tetapi dangkal soal lokal. Padahal pengetahuan lokal inilah yang membuat kalian menonjol di mata organisasi internasional. Jika kalian mampu menjelaskan Aceh, Papua, atau Toraja secara mendalam, itu jauh lebih menarik daripada sekadar membahas isu global yang sudah diketahui banyak orang,” tegas Fikri di hadapan peserta.

Menurut Fikri, lembaga internasional kini tidak hanya mencari kandidat yang menguasai teori hubungan internasional, tetapi juga mereka yang mampu mengaitkan fenomena global dengan realitas sosial di tingkat lokal. Ia mencontohkan bahwa isu lingkungan, perubahan iklim, hingga konflik tidak dapat dianalisis secara komprehensif tanpa memahami sejarah, budaya, serta dinamika masyarakat setempat.

Fikri juga menekankan bahwa wawasan kelokalan tidak cukup dibangun melalui literatur saja. Mahasiswa perlu turun langsung ke lapangan melalui kegiatan volunteering, penelitian komunitas, atau keterlibatan sosial lainnya. Berinteraksi dengan masyarakat dalam berbagai situasi, menurutnya, dapat membentuk empati dan ketangguhan emosional, dua aspek penting dalam pekerjaan kemanusiaan.

“Interconnectivity itu penting. Ketika kalian mampu melihat hubungan antara isu lokal dan global, organisasi internasional akan melihat kalian sebagai kandidat yang memiliki depth, bukan sekadar pengetahuan permukaan,” ujarnya.

Selain pengetahuan kelokalan, Fikri menyebut organisasi internasional juga membutuhkan kandidat dengan pemahaman multisektoral. Kemampuan melihat hubungan antara pemerintah, NGO, dan sektor bisnis menjadi kunci keberhasilan dalam karier global.

Alumni HI UMY itu juga mendorong mahasiswa untuk tidak ragu menonjolkan identitas lokal dalam forum global. Latar belakang budaya, pengalaman daerah, serta pemahaman terhadap isu-isu lokal merupakan modal besar yang justru jarang dimiliki oleh kandidat dari negara lain.

“Do not underestimate your local knowledge. Dari mana pun kalian berasal, kuasai konteksnya. Itulah yang membuat kalian berbeda dan bernilai di dunia internasional,” pungkasnya. (ID)