Peran Strategis Majelis Nasional Vietnam dalam Reformasi Ekonomi dan Kelembagaan
Dalam sebuah wawancara dengan reporter VNA di Kanada, Asisten Profesor Joe Pateman dari Universitas York, seorang ahli dalam politik internasional dan ekonomi politik, menyatakan bahwa Majelis Nasional Vietnam memainkan peran penting dalam melembagakan orientasi pembangunan negara, sekaligus berkontribusi dalam memperkuat landasan politik dan hukum untuk pembangunan jangka panjang negara.
Dalam menilai peran Majelis Nasional Vietnam dalam proses reformasi kelembagaan dan mendorong pembangunan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, Bapak Pateman mencatat bahwa badan legislatif ini memegang posisi kunci dalam mentransformasikan kebijakan dan orientasi pembangunan menjadi kerangka hukum yang konkret.
Ia berpendapat bahwa, dalam kerangka pedoman Partai Komunis Vietnam dan proses reformasi ekonomi, Majelis Nasional berfungsi sebagai mekanisme legislatif penting yang membantu mengarahkan transisi menuju ekonomi pasar berorientasi sosialis.
Menurut analisis Pateman, selama bertahun-tahun, Majelis Nasional Vietnam telah berkontribusi dalam membangun dan menyempurnakan sistem hukum untuk mengatur aktivitas ekonomi pasar, menciptakan lingkungan hukum yang menguntungkan untuk menarik investasi domestik dan asing, serta meningkatkan kapasitas tata kelola negara. Ia berpendapat bahwa melalui pemberlakuan undang-undang yang berkaitan dengan ekonomi, investasi, perusahaan, dan manajemen negara, Majelis Nasional telah berkontribusi dalam menciptakan kerangka kelembagaan yang stabil untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan integrasi internasional Vietnam.
Di luar fungsi legislatifnya, Bapak Pateman menekankan bahwa Majelis Nasional Vietnam juga memainkan peran penting dalam koordinasi kebijakan dan pengawasan penegakan hukum. Menurutnya, pengawasan Majelis Nasional terhadap Pemerintah dan lembaga negara membantu memastikan bahwa kebijakan pembangunan sosial-ekonomi diimplementasikan secara efektif dan sejalan dengan tujuan pembangunan nasional. Hal ini berkontribusi untuk memastikan pertumbuhan ekonomi terkait dengan tujuan jangka panjang pembangunan nasional dan pembangunan sosialis.
Mengenai pemilihan umum Majelis Nasional dan Dewan Rakyat di semua tingkatan di Vietnam yang akan datang, Bapak Pateman menyatakan bahwa ini adalah peristiwa politik yang signifikan bagi sistem pemerintahan negara. Menurut beliau, pemilihan ini berperan dalam memperbarui dan memperkuat mekanisme kelembagaan, melalui mana negara memobilisasi partisipasi warga negara dalam proses pengelolaan dan pembangunan nasional.
Ia berpendapat bahwa di bawah kepemimpinan Partai Komunis Vietnam, pemilihan Majelis Nasional dan Dewan Rakyat di semua tingkatan membantu memperkuat ikatan antara Partai, Negara, dan rakyat, sekaligus menciptakan kondisi bagi lembaga pengelola untuk terus meningkatkan sistem hukum dan memantau pelaksanaan kebijakan. Ini juga merupakan mekanisme penting yang membantu sistem politik menjaga stabilitas sambil terus mempromosikan program pembangunan sosial-ekonomi.
Menurut Pateman, dalam konteks transformasi berkelanjutan Vietnam dan integrasi yang lebih dalam ke dalam ekonomi global, pemilihan umum mendatang sangat penting dalam mengkonsolidasikan fondasi politik yang diperlukan untuk pembangunan. Ia percaya bahwa stabilitas politik adalah salah satu faktor kunci yang memungkinkan Vietnam untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonominya dan mencapai tujuan pembangunan jangka panjangnya.
Mengomentari prioritas legislatif yang mungkin akan difokuskan oleh Majelis Nasional Vietnam pada periode berikutnya, Bapak Pateman menyarankan bahwa bidang-bidang yang berkaitan dengan kedaulatan ekonomi, pengembangan industri strategis, dan stabilitas sosial kemungkinan akan diprioritaskan. Menurutnya, dalam konteks ekonomi global dan geopolitik yang bergejolak, negara-negara semakin prihatin dengan melindungi kepentingan ekonomi mereka dan memperkuat ketahanan ekonomi mereka.
Dalam kasus Vietnam, Bapak Pateman menyarankan agar Majelis Nasional dapat fokus pada kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas industri nasional, mengatur arus investasi asing, dan mempromosikan sektor industri strategis. Bersamaan dengan itu, kebijakan untuk mengurangi kemiskinan, memperluas sistem kesejahteraan sosial, dan meningkatkan kualitas tata kelola negara juga dapat terus diprioritaskan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan stabilitas sosial.
Bapak Pateman mencatat bahwa peran Majelis Nasional dalam konteks ini adalah untuk menyempurnakan mekanisme hukum dan kelembagaan guna melindungi ekonomi pasar berorientasi sosialis Vietnam, sekaligus memperkuat kemampuan negara untuk beradaptasi dengan fluktuasi ekonomi dan geopolitik global.
Mengenai peran diplomasi parlementer dalam kebijakan luar negeri Vietnam, ia menyatakan bahwa diplomasi parlementer merupakan saluran kerja sama penting yang berkontribusi pada penguatan pemahaman dan kerja sama antara Vietnam dan mitra internasional. Menurutnya, melalui kegiatan Majelis Nasional Vietnam dengan badan legislatif asing, diplomasi parlementer berkontribusi pada peningkatan hubungan ekonomi, politik, dan budaya antar negara.
Ia berpendapat bahwa penguatan kerja sama antara Majelis Nasional Vietnam dan badan legislatif lainnya, termasuk Parlemen Kanada, dapat memfasilitasi dialog kebijakan, pertukaran pengalaman legislatif, dan mendorong inisiatif kerja sama di berbagai bidang. Menurut Bapak Pateman, di bawah kepemimpinan Partai Komunis Vietnam, diplomasi parlementer memainkan peran pelengkap bagi hubungan diplomatik tingkat negara, berkontribusi pada terciptanya fondasi kerja sama jangka panjang dan stabil.
Dalam menilai prospek kerja sama antara Majelis Nasional Vietnam dan Parlemen Kanada dalam periode mendatang, Bapak Pateman mengatakan bahwa kedua belah pihak memiliki banyak peluang untuk memperluas kerja sama. Menurutnya, peningkatan kunjungan dan pertukaran antar anggota parlemen, penyelenggaraan forum dialog kebijakan, dan peningkatan kerja sama di bidang-bidang seperti perdagangan, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan akan membantu memperdalam hubungan bilateral.
Bapak Pateman juga menyarankan bahwa kerja sama parlemen dapat berkontribusi dalam memupuk saling pengertian antara kedua negara, sekaligus memfasilitasi perluasan hubungan ekonomi dan perdagangan. Beliau berpendapat bahwa, dalam konteks Vietnam yang mengejar strategi diversifikasi kemitraan internasionalnya, penguatan kerja sama legislatif dengan negara-negara seperti Kanada akan berkontribusi dalam membangun hubungan bilateral yang lebih seimbang, stabil, dan konstruktif di masa depan.




