Prabowo Ingatkan Danantara untuk Kelola Kekayaan Negara demi Generasi Mendatang
Sumber Foto: merahputih.com
Nasional

Prabowo Ingatkan Danantara untuk Kelola Kekayaan Negara demi Generasi Mendatang

Isu Nasional - MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto menitipkan pesan kepada Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia agar selalu mengedepankan tata kelola yang baik dalam mengelola kekayaan negara.

Menurutnya, Danantara tidak hanya mengelola kekayaan negara saat ini, tetapi juga memegang tanggung jawab terhadap kekayaan generasi muda Indonesia di masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo dalam peringatan satu tahun berdirinya Danantara di Jakarta, Rabu (11/3).

"Saya titip kewaspadaan, eling dan waspada. Ingat harapan seluruh bangsa, seluruh rakyat ada di pundak saudara-saudara karena saudara-saudara menjaga dan mengelola kekayaan anak, cucu, dan cicit kita," ujar Prabowo.

Ia menekankan bahwa tata kelola yang baik menjadi faktor penting bagi lembaga pengelola dana negara atau sovereign wealth fund agar tidak mengalami kerugian dalam pengelolaan aset.

Menurutnya, apabila lembaga pengelola dana tersebut mengalami kerugian, maka upaya menjaga kekayaan bangsa bagi generasi mendatang akan menjadi lebih sulit.

Saat ini, lanjut Prabowo, Danantara mengelola aset atau assets under management dengan nilai lebih dari USD 1 triliun, menjadikannya salah satu lembaga sovereign wealth fund dengan kelolaan aset terbesar di dunia.

"Danantara diberi tugas dan kepercayaan yang cukup berat, yaitu mengelola dan memanajemen kekayaan bangsa. Kita beri nama Danantara, yaitu Daya Anagata Nusantara, kekuatan energi masa depan. Jadi, Danantara harus menjaga dan mengelola kekuatan energi bangsa kita untuk masa depan," imbuh Prabowo.

Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat pengawasan terhadap lembaga tersebut agar dapat menjalankan tugasnya secara optimal.

Menurut Prabowo, saat ini Danantara merupakan salah satu lembaga yang paling diawasi di Indonesia.

Pengawasan dilakukan melalui Dewan Pengawas yang terdiri dari sejumlah menteri koordinator.

Selain itu, ia juga telah meminta sejumlah lembaga negara untuk turut melakukan pengawasan, di antaranya Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Tentara Nasional Indonesia.

Prabowo juga membuka peluang penunjukan utusan khusus Presiden di setiap Badan Usaha Milik Negara yang berada di bawah pengelolaan Danantara guna memperkuat mekanisme pengawasan.