Turki Siap Latih Polisi Gaza untuk Stabilkan Pemerintahan Lokal
Sumber Foto: VOI.id
Nasional

Turki Siap Latih Polisi Gaza untuk Stabilkan Pemerintahan Lokal

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Hakan Fidan mengatakan Turki siap siap memberikan bantuan dalam pelatihan pasukan polisi baru Jalur Gaza sebagai bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali pemerintahan lokal di wilayah tersebut, menekankan pemulihan struktur pemerintahan dan keamanan inti sangat penting untuk menstabilkan Gaza dan menyediakan layanan vital bagi warga Palestina.

Berbicara kepada wartawan di Washington setelah menghadiri pertemuan perdana Dewan Perdamaian mewakili Presiden Presiden Recep Tayyip Erdogan di Washington D.C, pada Hari Kamis, Menlu Fidan mengatakan prioritas dalam fase kedua rencana perdamaian Gaza adalah untuk membangun kembali pemerintahan lokal yang fungsional yang mampu menyediakan layanan kesehatan, pendidikan, kepolisian, dan layanan penting bagi penduduk wilayah tersebut.

Menlu Fidan mengatakan pembentukan dan pelatihan pasukan polisi baru untuk Gaza sedang berlangsung untuk memastikan keamanan lokal dan ketertiban umum.

"Ini penting untuk setiap pemerintahan yang berfungsi," katanya, melansir Daily Sabah (20/2).

Lebih jauh Menlu Fidan menegaskan kembali, Turki siap berkontribusi pada pengaturan keamanan jika diminta.

Perwakilan Tinggi AS untuk Gaza yang baru diangkat mengatakan pada Hari Kamis, perekrutan telah dimulai untuk pasukan polisi transisi yang dimaksudkan untuk mengambil alih tanggung jawab keamanan dari Hamas, dengan lebih dari 2.000 pelamar menyerahkan formulir dalam beberapa jam.

"Gaza membutuhkan pemerintahan lokal yang dapat berdiri sendiri dan memberikan layanan kepada 2 juta orang," jelas Menlu Fidan, menekankan rekonstruksi dan stabilisasi tidak dapat berhasil tanpa membangun kembali kapasitas administrasi.

Ia mencatat pertemuan Dewan Perdamaian berfungsi sebagai platform bagi negara-negara anggota untuk menyatakan kontribusi mereka dan mengoordinasikan upaya.

Menlu Fidan menggarisbawahi, Turki telah memberikan bantuan kemanusiaan tanpa henti sejak hari pertama serangan genosida Israel – melalui lembaga negara dan masyarakat sipil – dan akan terus melakukannya.

Ia mengatakan Ankara sedang dalam pembicaraan untuk meningkatkan aliran pasokan melalui penyeberangan Rafah, termasuk pengiriman bantuan berbasis kontainer untuk menggantikan tenda, dan sedang berupaya memperluas dukungan medis mulai dari perawatan lapangan hingga memindahkan warga Palestina yang terluka ke Turki.