Vietnam Siap Wujudkan Negara Digital Melalui Transformasi Hukum dan Infrastruktur
Sumber Foto: Vietnam.vn
Nasional

Vietnam Siap Wujudkan Negara Digital Melalui Transformasi Hukum dan Infrastruktur

Isu Nasional - Meningkatkan institusi dan infrastruktur untuk transformasi digital.

Transformasi digital menjadi kekuatan pendorong yang krusial bagi pertumbuhan dan inovasi dalam model pembangunan. Dalam konteks ini, penyempurnaan kerangka hukum dan pengembangan infrastruktur digital yang tersinkronisasi dianggap sebagai langkah fundamental bagi Vietnam untuk bergerak menuju tujuan membangun negara digital.

Menurut rancangan Keputusan yang mengatur beberapa ketentuan Undang-Undang tentang Transformasi Digital, yang saat ini sedang ditinjau oleh Kementerian Sains dan Teknologi, banyak peraturan yang diusulkan untuk menstandarisasi infrastruktur digital lembaga negara, sekaligus mendorong konektivitas dan berbagi data di seluruh sistem manajemen.

Salah satu aspek penting adalah standardisasi sistem portal elektronik kementerian, lembaga, dan daerah. Menurut rancangan tersebut, portal-portal ini akan terhubung dan terintegrasi dengan Portal Informasi Elektronik Pemerintah, dan juga akan dihubungkan dengan platform untuk statistik, pengukuran, pemantauan, dan evaluasi transformasi digital. Koneksi ini akan membantu membentuk sistem informasi yang terpadu, mengatasi masalah fragmentasi data di antara lembaga pengelola.

Draf tersebut juga secara jelas menetapkan struktur nama domain untuk portal elektronik lembaga negara, memastikan penggunaan sistem nama domain nasional “.gov.vn”. Pada saat yang sama, portal-portal ini harus menerapkan teknologi pengalamatan internet IPv6 untuk memenuhi persyaratan perluasan infrastruktur jaringan di lingkungan digital.

Selain itu, rancangan tersebut memperjelas jenis-jenis layanan publik daring. Di antaranya, layanan publik daring proses lengkap memungkinkan warga dan bisnis untuk menyelesaikan semua prosedur administratif dalam lingkungan digital, mulai dari pengajuan aplikasi dan pemrosesan hingga pembayaran dan penerimaan hasil secara daring. Perluasan layanan publik daring proses lengkap dianggap sebagai langkah signifikan dalam transisi dari e-government ke digital government.

Selain itu, transformasi digital nasional terkait erat dengan pengembangan basis data besar dan platform digital bersama. Ketika data terhubung dan dimanfaatkan secara efektif, proses manajemen dan pengambilan keputusan akan semakin bergantung pada analitik data, yang berkontribusi pada peningkatan efisiensi tata kelola dan kapasitas operasional.

Mendukung bisnis dan usaha rumah tangga untuk mempercepat transformasi digital.

Selain meningkatkan institusi dan infrastruktur digital, fokus utama dari proses transformasi digital nasional adalah mendukung sektor bisnis, terutama usaha rumah tangga dan usaha mikro.

Menurut statistik, usaha kecil dan menengah (UKM) mencakup sekitar 97% dari seluruh bisnis di Vietnam, menyumbang hampir 45% dari PDB dan menciptakan puluhan juta lapangan kerja. Namun, tingkat adopsi teknologi di kelompok ini masih cukup rendah. Hanya sekitar 16% usaha mikro yang telah mengadopsi solusi manajemen digital, sementara tingkat bisnis yang sepenuhnya terdigitalisasi masih sangat rendah.

Salah satu alasan utamanya adalah biaya investasi dalam teknologi dan ketersediaan sumber daya manusia digital yang terbatas. Oleh karena itu, banyak kebijakan dukungan yang diusulkan untuk mengurangi hambatan bagi bisnis ketika menerapkan transformasi digital.

Oleh karena itu, usaha rumah tangga, koperasi, dan usaha mikro dapat menerima dukungan yang mencakup hingga 100% dari biaya sewa platform teknologi digital dasar seperti perangkat lunak manajemen penjualan, faktur elektronik, tanda tangan digital, dokumen elektronik, dan alat e-commerce. Biaya pelatihan keterampilan digital untuk pemilik usaha dan karyawan juga dapat disubsidi sepenuhnya.

Selain itu, bisnis juga dapat menerima dukungan untuk biaya perekrutan layanan keamanan informasi guna melindungi sistem data dan operasional bisnis mereka di lingkungan digital.

Untuk usaha kecil dan menengah (UKM), kebijakan dukungan dirancang berdasarkan mekanisme berbagi biaya, dengan dukungan maksimal 50% dari biaya sewa platform teknologi digital dan 50% dari biaya pelatihan lanjutan. Bisnis juga dapat mengakses solusi teknologi yang lebih canggih seperti kecerdasan buatan atau analitik data untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Salah satu poin penting adalah penerapan "voucher transformasi digital" elektronik untuk mengimplementasikan program dukungan. Bisnis dapat menggunakan voucher ini untuk membayar layanan teknologi dari penyedia terakreditasi, sehingga membuat dukungan lebih transparan dan memastikan sumber daya digunakan dengan tepat.

Penyelesaian kerangka hukum beserta program dukungan spesifik diharapkan dapat menciptakan momentum lebih lanjut bagi proses transformasi digital di Vietnam. Dengan semakin banyaknya bisnis dan rumah tangga yang berpartisipasi dalam lingkungan digital, perekonomian akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk pembangunan, dan secara bertahap mewujudkan tujuan membangun negara digital dalam beberapa tahun mendatang.