Wakil Bupati Malang Soroti Tiga Isu Perempuan dalam Peringatan Hari Kartini
Sumber Foto: Disway Malang
Isu Utama

Wakil Bupati Malang Soroti Tiga Isu Perempuan dalam Peringatan Hari Kartini

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Memperingati Hari Kartini tahun 2026, Wabup Lathifah Shohib, hadir sebagai narasumber dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan di Aula Lantai 5 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (21/4) pagi kemarin.

Di hadapan ratusan mahasiswa dan tokoh masyarakat, ia menekankan bahwa perjuangan Kartini di masa kini harus difokuskan pada penyelesaian masalah-masalah sistemik yang masih membelenggu kaum perempuan.

Seminar yang mengusung tema Semangat Kartini Merajut Silaturahim: Perempuan Berdaya Indonesia Maju ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Malang, Rektor UIN Malang, jajaran Dharma Wanita Persatuan (DWP) se-Malang Raya, serta para pengurus PSGAD.

Meski kemajuan telah banyak dirasakan, Wakil Bupati Malang memaparkan bahwa masih ada tiga tantangan besar yang membayangi perempuan Indonesia saat ini. Isu pertama yang disorot adalah ketimpangan ekonomi dan terbatasnya akses terhadap kesempatan kerja yang layak bagi perempuan.

Kedua, ia menggarisbawahi masih tingginya angka perkawinan anak yang berdampak buruk pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ketiga, isu kekerasan terhadap perempuan yang masih marak terjadi dan membutuhkan penguatan perlindungan hukum serta edukasi yang lebih masif.

“Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan peran aktif dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, hingga keluarga, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan mendukung bagi perempuan,” tegas sosok yang akrab disapa Nyai Lathifah tersebut.

Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa kunci keberhasilan pemberdayaan perempuan terletak pada sinergi yang solid antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat. Kolaborasi ini dianggap sangat vital untuk memperluas jangkauan program agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke akar rumput.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan nyata melalui program-program yang terarah dan berkelanjutan, serta kolaborasi lintas sektor agar hasilnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak generasi muda, terutama para mahasiswa UIN Malang, untuk memposisikan diri sebagai agen perubahan. Melalui inovasi dan pemikiran kritis, kaum muda diharapkan mampu memberikan aksi nyata guna memutus rantai permasalahan sosial yang dihadapi perempuan.

Menutup sesi seminar, Wakil Bupati Malang berharap agar peringatan Hari Kartini tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial tahunan belaka. Ia ingin momen ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus mengawal kesetaraan gender dan keadilan sosial di tengah masyarakat.