Afghanistan dan Pakistan Sepakat Redakan Ketegangan Usai Mediasi Tiongkok
RRI.CO.ID, Urumqi — Afghanistan dan Pakistan sepakat untuk tidak meningkatkan konflik dan menjajaki solusi komprehensif. Kesepakatan tersebut dicapai setelah berminggu-minggu pertempuran lintas perbatasan yang menewaskan ratusan orang, dilansir dari AP News, Kamis, 9 April 2026.
Kesepakatan tersebut dicapai setelah pembicaraan damai selama tujuh hari yang dimediasi Tiongkok di Urumqi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning menyatakan ketiga pihak sepakat melanjutkan dialog.
Ia juga menegaskan bahwa terorisme menjadi isu utama yang memengaruhi hubungan kedua negara. Afghanistan dan Pakistan juga berjanji tidak mengambil langkah yang dapat meningkatkan atau memperumit situasi.
“Ketiga pihak sepakat untuk menjajaki solusi komprehensif terhadap isu-isu dalam hubungan antara Afghanistan dan Pakistan, serta memperjelas isu inti dan prioritas yang perlu ditangani,” kata Mao dalam pengarahan harian di Beijing.
Pembicaraan disebut berlangsung dalam suasana konstruktif dengan fokus pada hubungan bilateral, isu keamanan, dan stabilitas kawasan. Afghanistan turut menyampaikan terima kasih kepada Tiongkok sebagai tuan rumah dan mediator pembicaraan.
Pembicaraan tersebut dimulai pekan lalu atas undangan Tiongkok dalam upaya menghentikan konflik yang telah berlangsung sejak Februari. Sebelumnya, Pakistan menyatakan berada dalam “perang terbuka” dengan negara tetangganya dan melakukan serangan udara di wilayah Afghanistan.
Meski demikian, selama proses dialog berlangsung, Afghanistan masih menuduh Pakistan beberapa kali melakukan penembakan lintas perbatasan. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan konflik telah menyebabkan sekitar 94.000 orang mengungsi.




