Anak Muda Aceh Menjadi Pionir Gerakan Lingkungan
Sumber Foto: RRI.co.id
Isu Utama

Anak Muda Aceh Menjadi Pionir Gerakan Lingkungan

RRI.CO.ID, Sabang - Isu linkungan tidak lagi menjadi pembahasan yang eklusif di ruang-ruang akademik. Direktur Penelitian dan Pengembangan Yayasan Leuser Internasional, Renalsi Safriansyah, mengatakan bahwa, Anak muda di Aceh tidak hanya sekadar menjadi penonton, tapi sudah menjadi sebagai penggerak lingkungan dan melalukan aksi-aksi nyata.

“Mereka peduli terhadap lingkungan dan dampak buruknya. Selama ini kita melihat misalnya di daerah-daerah yang terdampak banjir, kita lihat banyak relawan muda, kemudian aksi nyata seperti penanaman pohon, dan pembersihan sungai atau laut, yang diinisiasi oleh anak muda,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 7 Februari 2026.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi kunci. Anak muda Aceh menggunakan media sosial seperti TikTok dan Instagram untuk memviralkan isu lingkungan, dan mengubah cara penyampaian menjadi lebih kreatif sehingga lebih mudah diterima oleh sesama generasinya.

Ia berharap, gerakan lingkungan di Aceh diharapkan tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi menjadi gaya hidup yang berkelanjutan dan mengakar. Sebab, generasi muda menjadi benteng utama yang akan menentukan kebijakan lingkungan untuk masa depan.

Ia juga menyoroti isu lingkungan yang masih menjadi tantangan di Aceh, antara lain, cuaca ekstrem yang menjadi fenomena tahunan yang merupakan ancaman bagi aktivitas dan produktifitas masyarakat. Kemudian pengundulan dan penambangan illegal, serta budaya masyarakat yang kurang tertib membuang sampah atau masih keukeuh membuka lahan dengan cara membakar.