Ketegangan Iran-AS: Isu Nuklir Picu Konflik Militer Terbuka
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terus memanas dan mulai memberi dampak terhadap dinamika politik global, termasuk bagi Indonesia, Selasa 10 Maret 2026.
Situasi tersebut memuncak pada akhir Februari ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran hingga memicu konflik militer terbuka.
Menanggapi perkembangan tersebut, Dosen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga, M. Muttaqien, menilai serangan itu dipicu kekhawatiran Amerika Serikat dan Israel terhadap perkembangan program nuklir Iran.
Menurutnya, kedua negara memandang pengembangan teknologi nuklir Iran sebagai ancaman terhadap kepentingan strategis mereka.
“Iran sedang mengembangkan teknologi nuklir yang cukup komprehensif, mulai dari pengayaan uranium, reaktor air berat, hingga pembangkit listrik tenaga nuklir. Teknologi tersebut juga mencakup sentrifugal canggih, produksi bahan bakar nuklir, serta radioisotop. Amerika merasa terancam dengan perkembangan ini sehingga akhirnya melakukan serangan,” jelas Muttaqien.
Muttaqien menjelaskan konflik tersebut dapat dilihat dari perspektif ilmu hubungan internasional sebagai pertarungan antara kekuatan (power) dan keadilan (justice) dalam sistem global.
Ia mencontohkan bahwa dalam hukum internasional penggunaan kekuatan militer sebenarnya dilarang. Ketentuan itu tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa Pasal 2 Ayat 4 yang melarang negara menggunakan kekuatan militer terhadap negara lain.
Namun dalam praktiknya, aturan tersebut tidak selalu berjalan secara seimbang.
Sumber:
Tag:
# konflik internasional
# isu nuklir iran
# politik global
# hubungan internasional unair
# pakar unair
# program nuklir iran
# konflik iran amerika serikat
# iran israel
# konflik timur tengah
Share:




