Pemkot Yogyakarta Pastikan Layanan Kesehatan dan Pengawasan Pangan Optimal Selama Ramadan
Isu Nasional - YOGYAKARTA, VIVA Jogja - Memasuki bulan Ramadan, Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus memastikan keamanan pangan tetap terjamin. Melalui Dinas Kesehatan, berbagai langkah strategis disiapkan agar warga dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman hingga Idulfitri.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Aan Iswanti, menyampaikan bahwa secara umum tidak terdapat lonjakan penyakit yang signifikan selama Ramadan. Namun, ia mengingatkan bahwa pada awal puasa, terutama saat musim hujan dengan cuaca yang tidak menentu, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seperti batuk dan influenza cenderung meningkat. Hal ini terjadi karena tubuh sedang beradaptasi dengan pola makan dan aktivitas baru.
Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan, seluruh puskesmas di Kota Yogyakarta tetap membuka layanan selama Ramadan dengan penyesuaian jam operasional. Layanan dibuka Senin hingga Kamis pukul 07.30–13.30 WIB, Jumat pukul 07.30–09.30 WIB, dan Sabtu pukul 07.30–12.30 WIB. Penyesuaian ini dilakukan agar masyarakat tetap bisa mengakses layanan kesehatan tanpa mengganggu aktivitas ibadah.
Selain layanan rutin, Pemkot juga menyediakan cek kesehatan gratis di seluruh puskesmas. Khusus bagi lansia, pemeriksaan massal dilakukan setiap tiga bulan di tingkat kelurahan, sementara pemeriksaan rutin tetap tersedia di puskesmas.
Pengawasan Pangan Ramadan
Momentum Ramadan identik dengan maraknya penjual takjil musiman. Untuk itu, Dinas Kesehatan meningkatkan pengawasan pangan di sejumlah titik strategis. Pada awal Maret, dilakukan pemeriksaan pangan aman di pasar-pasar takjil. Menjelang Lebaran, pemeriksaan kesehatan juga dilakukan kepada pengemudi di Terminal Giwangan sebagai bagian dari upaya mendukung keselamatan arus mudik.
Pengambilan sampel makanan dilakukan secara acak untuk diuji di laboratorium. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau lebih selektif dalam memilih makanan berbuka. Aan menekankan pentingnya memperhatikan warna makanan agar tidak terlalu mencolok, mencium aroma untuk memastikan tidak basi, serta memastikan produk kemasan memiliki nomor izin PIRT.
Pemkot Yogyakarta mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum membangun pola hidup sehat. Melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), warga diimbau untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak sayur dan buah, melakukan cek kesehatan berkala, istirahat cukup, serta tetap beraktivitas fisik ringan.




